How about you? ;)
don't worry! click the S button
Explanation about navigation button:
this is the page where you can read our latest fanfiction update.
an introduction about US, super FUN Super Junior's Administrator.
in this page you can find another links for Super Junior.
this page is special place dedicated to ELFs especially our readers and followers.
want to listen Super Junior's song? we'll change the song frequently.
a page of which function is help you to find your favorite fanfiction
Follow us!
There’s no one like you, even if I look around it’s just like that
choi mihae (MH)
fugu-복어
.elf-fishy.
.super junior's donghae everlasting wife.
.eunhaeshipper.
.i love green.
check her personal blog
follow her twitter
friends with her me2day
choi eunai (EA)
ai
.elf-jewels.
.super junior's lovely dongsaeng.
.eunhaeshipper.flames.
.i love chocolate.
check her personal blog
follow her twitter
friends with her me2day
follow our twitter
Open your heart whenever and see that I’m always in front of you
Story by : Tammy
Cast :
· Jang Hera
· Kim Heechul
· Choi Siwon
· Lee Donghae
Author’s POV :
Malam itu sangat dingin. Salju bertaburan diseluruh penjuru Korea. Seorang lelaki mengenakan sweater berwarna cokelat dan celana piyama putih dengan motif beruang berwarna cokelat sedang duduk disebelah perapian, menatap jendela yang semakin lama semakin tak dapat menunjukkan betapa indahnya kota Seoul pada malam hari karena udara dingin mulai menutupinya.
Semua orang tahu siapa dirinya. Kim Heechul. Anggota Super Junior yang terkenal dengan sifat 4 dimensinya. Rambutnya yang kali ini berwarna hitam dibiarkan basah begitu saja sehabis mandi. Ditangannya terdapat sebotol soju . Dia terdiam. Sudah hampir 2 jam tidak melakukan apa-apa. Hanya minum, termenung, minum, termenung, begitu seterusnya.
Dongsaengnya sudah berkali-kali mengajaknya untuk makan, tapi hanya dibalas tatapan dingin seorang Kim Heechul. Jongsoo yang lebih tua darinyapun tidak dapat membujuknya untuk makan. Berkali-kali mereka bertanya, apa yang terjadi ? Namun diam hanyalah balasannya.
Ia takut. Sangat takut. Baru kali ini ia merasa takut seperti ini. Sesekali ia melirik sebuah kotak berwarna merah, warna kesukaannya yang dihiasi dengan gambar kucing, yang menurut tanggapannya, sangat jelek.
Hadiah itu sudah diberikan oleh pemberinya sejak 3 hari yang lalu, dimana ia terakhir bertemu dengannya. Gadis yang sudah menghiasi hari-harinya selama 6 bulan ini. Rekor terlama yang pernah dibuat dalam menjalin hubungan cinta dengan seorang Kim Heechul.
Namanya Jang Hera. Umurnya baru akan menginjak 24 tahun pada tanggal 20 Desember esok. Seseorang biasa saja, bukan dari kalangan artis sepertinya. Rambutnya lurus sepunggung, matanya selalu bersinar ketika menatapnya, tawanya selalu membuat semua orang berpaling melihatnya seakan-akan mendengar sebuah suara yang sangat keras. Mukanya selalu memerah setiap Heechul menyentuhnya, setiap Heechul memeluknya, setiap Heechul memujinya, setiap Heechul menciumnya, dan setiap Heechul menggandengnya. Muka merah yang tidak pernah ditunjukkan kepada orang lain.
Heechul melirik hadiah itu lagi. Meletakkan botol soju yang ia pegang di meja didepannya. Tangannyapun meraih kotak yang berukuran 15x15cm itu. Dibukanya kotak itu, dilihat didalamnya, terdapat sebuah tumpukkan kertas berwarna-warni yang dibuat seperti scrapbook oleh Hera. Dilihatnya dicovernya, foto mereka berdua saat melewati liburan musim panas bersama di Jeju Island, tempat dimana Hera lahir.
Dibukanya halaman pertama, dilihatnya sebuah gambar sekelompok orang duduk di sebuah kursi panjang, kelelahan. Lalu dibukanya lipatan kertas dibawahnya, “Apakah kau tidak capek?”, begitu tulisannya.
Dibukanya halaman kedua. Hera menggambar sebuah karakter perempuan dimana berlutut didepan laki-laki, mengucapkan “Mianhae” berkali-kali. Sedangkan lelaki hanya terdiam, menatap kearah lain. Sebuah gambar yang menunjukkan kalau Hera sangat berusaha membuatnya, karena Heechul tahu Hera bukanlah orang yang pintar menggambar sepertinya. Dibukanya lipatan dibawahnya. Disana dituliskan :
4 Juni 2011
Ingatkah kau, uri goyangi ? Hari ini merupakan hari dimana kita pertama kali bertengkar. 3 hari setelah kau menyatakan kau menyukaiku. Tidakkah kau ingat apa yang membuat kita bertengkar ? Hari itu kita berjanji untuk bertemu di tempat favorit kita. Kau bilang aku harus mengenakan baju yang pernah kau belikan. Arasseo~Hari itu aku mengenakannya, sebuah dress sederhana berwarna putih dengan motif polkadot kecil berwarna ungu. Kutemui kau di tempat favorit kita. Sebuah cafe yang sangat nyaman. Aku memesan ice coffee latte dan tiramissu, sedangkan kau memesan Americano dan . Kita menunggu pesanan kita sambil bercerita tentang pengalaman kita masing-masing. Tertawa, mengucapkan ‘pabo’ berkali-kali, hingga akhirnya......
***
“Kekekekekekek. Paboya! Belum pernah aku bertemu dengan orang sebodoh dirimu!kekekekek”, ucap Kim Heechul diiringi ketawanya yang sangat khas
“Aish~ Oppa! Diamlaaah~ Oppa do pabo...”, ucap Jang Hera
“Ya! Kau lebih pabo! Mana ada seorang wanita melakukan hal yang memalukan seperti itu? Pabo! Jinjja pabo!”, kata Heechul sambil mengacak-acak rambut kekasihnya itu
“Aish~Oppaaaa~ Stop it! Oppa! Stop it! Op..............”, ucap Hera yang ucapannya terganggu oleh siraman air dingin
Mereka menoleh, dilihatnya pelayan cafe itu tidak sengaja menumpahkan minuman yang dipesan Hera ke tubuh Hera. Gelas itu jatuh dikarenakan tangan Hera yang menyenggol. Rambutnya basah, baju dari Heechulpun basah. Terlihat noda yang sangat besar dibagian dada hingga perut. Sepertinya akan susah untuk menghilangkannya.
“Jeosonghamnida...Saya benar-benar tidak sengaja...Jeosonghamndia~”, ucap pelayan itu panik sambil membersihkan baju Hera
“Ah, ani~ Ini salahku kok, aku yang menyenggolmu...”, ucap Hera membersihkan rambutnya
“Jeosonghamnida, ini salah saya....”, ucap pelayan itu
“Ya! Berapa lama kau bekerja ha?!”, bentak Heechul yang mulai kehilangan kesabaran
“Jeosonghamnida...”, ucap pelayan itu menunduk, tahu dia akan dimarahi
“Mengantarkan minuman saja tidak bisa! Apa saja yang selama ini kau lakukan ha?!”, ucap Heechul yang masih marah,kali ini ia berdiri dari duduknya
“Ani~ Oppa, ini salahku, jangan salahkan dia, tangankulah yang menyenggolnya...”, bantah Hera menenangkan Heechul
“Tidak akan seperti ini jadinya kalau dia professional ! Dia yang bodoh, membawa pesanan saja tidak benar!”, bentak Heechul
“Oppa~ Stop it...Ini salahku,bukan salahnya...”, ucap Hera
“Jadi ku membelanya, Hera-ya?! Kau tidak peduli dengan baju yang kubelikan?!”, tanya Heechul dengan nada tinggi
“Ani~Bukan begitu...”, jawab Hera berusaha menjelaskan
“Arasseo! Kalau memang itu maumu!”, bentak Heechul menepis tangan Hera dan pergi meninggalkannya
Hera hanya terpana menatap Heechul. Ia tahu bahwa Heechul memang orang yang temperamen, tapi ia tidak menyangka bahwa kejadian seperti ini bisa membuatnya marah seperti itu.
“Jeosonghamnida....”, ucap pelayan itu yang masih ketakutan akan kemarahan Heechul
“Ah~ Gwaenchanayo...”, jawab Hera masih menatap keluar jendela, melihat mobil yang dibawa Heechul meninggalkan cafe itu
***
Heechul teringat. Sangat ingat. Ia teringat bagaimana Hera meminta maaf padanya. Bagaimana ia harus berhari-hari berusaha menelponnya, mendatanginya disetiap acara, meminta maaf dengan berbagai cara. Hingga akhirnya 1 minggu kemudian Heechul memaafkannya setelah Hera jatuh sakit karena memikirkannya.
Dibukanya lagi lembar ketiga. Dilihatnya disana potongan gambar dari majalah, seorang gadis berteriak diatas bukit. Meneriakkan kata “MIANHAE!”. Tulisan itu ditulis pada sebuah kertas yang ditempelkan pada gambar itu. Dibukanya lipatan dibawahnya.
20 Juni 2011
Ini marah keduamu, Oppa. Marah kepadaku yang bodoh ini. Ingat? Saat itu kau sedang berada di Thailand untuk menghadiri acara bersama dengan anggota Super Junior lainnya. Hari itu kau menelponku. Nan neomu haengbokke. Kau menceritakan bagaimana persiapanmu disana, bagaimana kau menjahili dongsaeng-dongsaengmu. Aku sangat suka mendengarnya. Aku merasa ikut serta ke Thailand. Kau bercerita dengan sangat semangat. Tapi kau lupa, kau menelponku disaat aku sudah sekitar 10 menit tertidur. Waktu itu jam dikamarku menunjukkan pukul 01.34 pagi. Aku tertidur ketika kau bercerita.....
***
“Haha. Ne~ Nan neomu bogoshipoyo...Kau tahu Hera-ya?”tanya Heechul
“Mwo, Oppa?”, jawab Hera berusaha untuk tetap terbangun
“Tadi ketika aku tampil, banyak sekali yang meneriakkan namaku. Kim Heechul saranghae~ Kim Heehul saranghae~...Kau cemburu, Hera-ya?”, tanya Heechul
“Ne~ Sedikit. Haha “, jawab Hera sambil menepuk-nepuk pipinya
“Wae? Kenapa cuma sedikit?”tanya Heechul
“Aku cemburu karena mereka disana bersamaku, tapi aku puas karena kau milikku...”,jawab Hera
“Aigoo~ Hera-ya. Kau tahu ? aku sedang senyum-senyum saat ini!”, ucap Heechul bahagia
“Geurae?Haha...”,ucap Hera mulai memejamkan matanya
“Hera-ya...Kau mau mendengarkan cerita menarikku? Hari ini aku menjahili Eunhyuk dan Donghae...”, ucap Heechul
“Bagaimana ceritanya, Oppa ?”, tanya Hera sambil menguap
“Begini, setelah pentas, kami belum bisa keluar dari tempat acara karena harus menunggu acaranya selesai dulu. Sambil menunggu itu aku bermain game bersama Kyuhyunnie. Lalu, dari pantulan kaca aku melihat Eunhyuk sedang tidur dipangkuan Donghae dan Donghae juga tertidur dengan kepala direbahkan disofa. Lalu ide jahilku muncul. Kuambil ember dan air dari kamar mandi, dan BYUR! Kusiram mereka berdua dengan air itu. Kau harus melihat muka mereka, Hera-ya! Kekekekekekekekekkekekek”, ucap Heechul
“....”
“Hera-ya?”, panggil Heechul
“......”
“Jang Hera?”panggilnya lagi
“.......”
“Ya! Jang Hera!” teriak Heechul sambil melihat jam ditangannya
“.......”
“Ya! Ini masih jam 1 kenapa kau tertidur?”, ucap Heechul
“Ah! Oppa! Mianhae! Aku tertidur sebentar tadi...”, kata Hera yang terkejut, sadar kalau dia tertidur
Dan teleponpun diputus oleh Heechul. Ia marah. Ia kesal. Ia hanya ingin Hera mendengarkannya. Bukannya tertidur ketika mendengarkan ceritanya. Hera menelponnya lagi, tapi tidak ia angkat, Hera mengirimkan SMS juga tidak ia jawab. Ia kesal. Ia marah. Dibantingnya Hp itu kearah sofa, kearah Yesung yang tidak mengerti apa yang terjadi.
***
Ia ingat. Bagaimana Hera selalu berusaha menghubunginya, mengiriminya SMS setiap hari tapi ia hanya diam saja. Marah. Kesal dengan Hera. Kecewa. Selama 5 hari ia berada di Thailand, selama 5 hari itu pula ia tidak menghubungi Hera.
Hingga suatu ketika, saat Super Junior kembali dan Thailand. Dilihatnya seorang gadis duduk menyandar pada tiang. Memeluk kotak berisi makanan berisi cokelat putih kesukaannya. Gadis itu menatap Heechul ketika Heechul melihatnya. Menghampirinya, meminta maaf diiringi dengan air mata. Siapa yang tahan melihatnya?
Dibukanya lagi lembar ketiga, keempat, kelima, dan selanjutnya. Masih dengan gambar yang menunjukkan seorang gadis yangtak henti-hentinya meminta maaf. Hingga akhirnya, ia berhenti pada lembar ke 18. Lembar terakhir. Dilihat disana potongan dari majalah, seorng gadis kecil menangis, dengan tulisan ‘Mianhae, tapi aku lelah’. Dibukanya sebuah celah disana, ditariknya kertas yang begitu panjang. Ia membacanya. Tersentuh dan menitikkan airmatanya. Ia teringat kejadian 2 minggu yang lalu.
***
“Hera-ya...Kau lihat?” tanya Heechul
“Mwo, Oppa?”tanya Hera balik
“Ituuuu...Kau lihat? Salju mulai turun...”, jawab Heechul menunjuk langit yang mulai dihiasi butiran-butiran halus berwarna putih
“Ah~ Kau benar oppa! Waaaah!”, ucap Hera sambil berlari menuju tengah taman dengan telapak tangan terbuka
Mereka sedang menikmati waktu mereka bersama di sebuah taman yang jarang dikunjungi orang-orang. Selama 2 bulan ini mereka jarang bertemu. Hal ini disebabkan oleh kesibukan Heechul yang mempersiapkan Super Show 4. Maka dari itu hari ini mereka meluangkan waktu yang hanya sebentar untuk bersama.
“Hera-ya...Jangan main-main dengan salju...Nanti kau sakit...”, tegus Heechul dari tempat duduk yang dilindungi oleh atap mungil itu
“Oppa! Haeba! This is so fun!”, teriak Hera yang masih asyik bermain dengan salju
“Ya! Kau kira aku anak kecil? Yang sangat senang menikmati hal-hal seperti itu?” teriak Heechul
“Oppa! Haeba! Sini!”, ajak Hera
Heechulpun tersenyum, ia berjalan menuju Hera yang menunduk mengumpulkan salju. Dipeluknya Hera dari belakang. Membuat muka Hera memerah dalam sekejap. Heechul sangat suka melihatnya. Melihat muka memerah yang menurutnya hanya ditujukan padanya.
“Oppa-ya...Mwohaneun geoya? Aku malu...”, ucap Hera dengan sangat manis
“Kau tidak suka aku peluk?” tanya Heechul merenggangkan pelukannya
“Ani~ Aku suka kau peluk tapi....Aku malu...”, ucap Hera sambil membalikkan badannya
“Kau malu? Sama pacarmu sendiri?”, tanya Heechul mulai sedikit emosi
“Ani~ Aku malu dilihat orang, Oppa...”, jawab Hera
“Jadi kau lebih memilih imagemu dibandingkan aku peluk?!”, tanya Heechul dengan nada yang meninggi
“Ani~ Bukan begitu, hanya saja...Aish~ Aku lelah menjelaskannya padamu...”, ucap Hera menatap kecewa Heechul
“Ya! Akulah yang seharusnya marah padamu! Kenapa malah jadi kau yang marah?!”, bentak Heechul
“Aku tidak marah, Oppa...Aku tidak marah...”, ucap Hera menahan air matanya
“Lalu?! Apakah kau mau bilang kalau aku salah?! Kau mau menyalahkan aku?!”, bentak Heechul
“Aku tidak berkata seperti itu!”, ucap Hera sudah tidak tahan lagi menahan air matanya, “ Tidakkah kau capek, Oppa? Kita pacaran baru 6 bulan, tapi bertengkar terus. Apa kau tidak capek? Aku capek Oppa, aku capek harus menangisi dirimu yang selalu marah dengan penyebab yang sangat non sense, tidakkah kau pedulikan perasaanku?”
“Ya! Apa maksudmu?! Kau mengatakan kalau aku tidak memedulikan perasaanmu?! Lalu kau pikir apa arti dari tindakanku selama ini?!”, ucap Heechul kehilangan kesabaran
“Bukan...Bukan seperti itu Oppa. Aku hanya lelah. Tidak bisakah kita berdiam diri sehari tanpa bertengkar?”, ucap Hera yang tangisannya mulai deras
“Kau capek?! Capek?! Kalau begitu, pergi dariku!”, bentak Heechul meninggalkan Hera sendiri ditemani tangisannya
***
Hera’s POV :
Dua minggu sudah aku tidak berhubungan dengannya. Apa kabarnya? Apakah dia makan dengan baik? Apakah dia memikirkan aku? Berkali-kali aku mengirimkan pesan ke handphonenya, berusaha menghubunginya. Tapi selalu tidak pernah ia balas.
Mataku bengkak. Terlihat sangat menyedihkan. Hari-hari selama dua minggu ini kuhabiskan dengan menangis, memikirkannya. Hingga tiga hari yang lalu, dengan nekat aku menunggunya yang sedang berlatih di SM Building, dengan bantuan Siwon-Oppa, akhirnya aku bisa menemuinya. Aku ingin menyelesaikan semuanya, tapi, hanya tangis yang bisa aku keluarkan, akupun berlari meninggalkannya, meninggalkan bungkusan yang sudah kubuat dengan sedemikian rupa.
Aku tidak kuat melihat matanya. Yang selalu menatapku dengan penuh kebencian. Aku gagal. Gagal menjadi seorang yeoja chingu yang baik. Aku tahu dirinya. Aku tahu kalau dia memang tidak pernah bisa bertahan dengan pacarnya selama lebih dari 3 bulan. Tapi, aku berusaha, aku pernah diingatkan So Hee Wonder Girls yang pernah menjadi pacarnya, kalau dia orangnya sangat temperamen, dan itu yang membuat pacarnya tidak pernah bisa tahan dengannya. Tapi kutepis segala ketidakmungkinan itu. Ya. Aku mencintainya. Sangat.
Aku capek meminta maaf, aku capek menjadi orang yang selalu disalahkan. Aku capek menjadi orang yang selalu berusaha menjaga hubungan ini. Aku sangat capek.
Aku sudah tahu dari awal. Tak seharusnya aku menyukai seorang Kim Heechul. Tak seharusnya aku menerima pernyataan cinta darinya. Tapi...Aku teringat kata-kataku kepada Mihae-Onni. Aku berkata padanya bahwa aku akan menerima konsekuensi apapun yang aku dapatkan jika menerima pernyataan cinta dari seorang Kim Heechul.
....
....
....
Lalu, apa ini ? Baru 6 bulan aku sudah tidak kuat ? Ini tidak benar. Aku bukanlah gadis lemah yang lupa akan konsekuensi dari keputusan yang aku buat. Aku tahu aku bisa merubahnya menjadi seseorang yang lebih sabar. Aku ingin menjadi orang itu. Orang yang membuat Kim Heechul berubah.
Dengan sigap aku bangkit dari tempat tidur, menghapus airmataku, mengambil sweaterku. Tidak peduli dengan udara yang sangat dingin menyerang. Aku harus menyelesaikannya!
***
Dear : Kim Heechul, Heenim, Cinderella, Flower, Kim Pink, Kim Moodswing, Kim Cherry, Snake, Heerobbong, Heebongie – ku (semoga aku masih bisa menambahkan kata ‘ku’ dibelakang nama panggilanmu :’) )
Apa kabar? Apa kau sudah makan? Apa kau sehat? Itu pertanyaan yang selalu ada dalam pikiranku semenjak 2 minggu yang lalu ketika kau (lagi-lagi) meninggalkanku. Marah ? Jelas. Kecewa ? Sangat. Tapi apa yang bisa aku lakukan? Kau yang memegang kendali atas hatiku.
Kau tahu ? Aku pernah berjanji pada diriku sendiri. Aku tidak akan menyerah untuk mencintai seorang Kim Heechul. Dan ya, sampai sekarang aku masih sangat mencintaimu. Neomu neomu saranghae.
Tapi, pedih ketika aku mengingat rasa cintaku yang selalu kurasa bertepuk sebelah tangan. Apakah itu benar ? Aku harap itu hanya pikiranku saja. Kau tahu aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu, walaupun aku tahu masih terasa sangat kurang dihadapanmu. Mianhae...
Ingatkah kau akan pertemuan kita? Saat itu aku memegang banner bertuliskan ‘Kim Ryeowook’ dan kau mengatakan kalau gadis sepertiku tidak pantas mengidolakan seorang Kim Ryeowook, dan Ryeowook-Oppa mencubit lenganmu?
Ingatkah kau akan 1 Juni 2011, hari dimana kau mengatakan bahwa kau menyukaiku. Saat kita sedang kepanasan, meminum Orange Juice didalam sebuah mall dan aku hanya membawa uang seberan 3000 won dan kau lupa membawa dompet sehingga kita harus berebutan meminumnya?
Ingatkah kau peringatan 3 bulan kita ? Kau menungguku yang sedang mengikuti tes pekerjaan, dan ketika aku turun dari ruang wawancara, kulihat kau sedang tertidur pulas memeluk sebuah bunga dan boneka Teddy dan ketika aku membangunkanmu, kau melihatku menangis dan kau memelukku?
Maafkan aku, jeongmal mianhae...Aku tidak pernah bermaksud ataupun berniat menjauh dan membiarkan dirimu pergi dari hidupku. Tidak. Sedetikpun tidak pernah. Tapi maafkan aku, kesabaranku ada batasnya, mungkin waktu itu adalah puncak dari kesabaranku. Aku lelah, Kim Heechul. Sangat lelah. Lelah menghadapi perasaanku sendiri. Tidak. Aku tidak pernah menyalahkan dirimu. Sama sekali tidak. Yang salah adalah perasaanku. Rasa yang selalu mengharapkan kau sesuai dengan harapanku. Perasaan yang salah.
Maafkan aku. Maafkan aku yang selalu membuat dirimu marah. Marah atas sikapku, atas perkataanku, atas ketidakpekaanku. Maafkan aku. Aku sama sekali tidak pernah memikirkan untuk pergi darimu. Tapi....Aku rela jika memang kau ingin pergi dariku. Kalau itu memang yang membuatmu bahagia.
Semua terserah padamu, Kim Heechul. Aku hanya ingin kau tahu, you’re the most precious thing i’ve ever had. Neomu-neomu saranghae :’)
Jang Hera
***
“Hyung...Apa aku harus menyuruh Hera-ssi pulang?”, tanya Donghae tiba-tiba
“Apa maksudmu ?”, tanya Heechul
“Ani~ Hanya saja dia sudah ada didepan pintu sejak 1 jam yang lalu. Aku menyuruhnya masuk tapi dia tidak mau...”, jawab Donghae
“Dan kenapa kau tidak memberitahuku ?” ucap Heechul
“Kau yang berkata pada kami jangan memberitahu kalau Hera-ssi datang...”, jawab Donghae
Heechul tidak menghiraukan ucapan dongsaengnya itu, dengan cepat ia berjalan menuju pintu, dibukanya pintu dormnya, dilihatnya seorang gadis berjongkok sambil meniupkan tangannya.
“Oppa~ Mianh....”, ucapnya
“Arasseo, aku sudah tahu. Akulah yang salah, tidak pernah mengerti perasaanmu. Jangan pernah meninggalkanku, Hera-ya...Aku terlalu bodoh untuk menyia-nyiakanmu. Jangan...Jangan pernah meninggalkanku”, ucap Heechul sambil memeluk Hera kedalam pelukannya
“Op...”, ucap Hera yang lagi-lagi dipotong oleh Heechul
“Ssst...Saranghae, Hera-ya...Aku berjanji akan lebih mengontrol emosiku. Aku berjanji akan menjadi orang yang lebih baik lagi...Saranghae Hera...Neomu neomu neomu neomu neomu saranghae, Jang Hera-ya”, potong Heechul
“Opp~”,ucap Hera yang lagi-lagi dipotong oleh Heechul
“Sudah...Kubilang diam yaa diam...”, potong Heechul
“Oppaaa!”, teriak Hera
“Wae? Kenapa harus berteriak?!” ucap Heechul
“Kau menginjak kakiku!” jawab Hera diiringi lepasnya pelukan Heechul
“Ya! Kau tidak bisa menahannya kah? Sedetik saja. Aku sedang mengungkapkan perasaanku! Dan aish~ Kakimu ck...”ucap Heechul mulai emosi
Ditatapnya wajah Hera yang mulai menunjukkan ekspressi kecewanya. Kecewa akan Heechul yang mulai menampakkan wataknya.
“Aih~ Mianhae Hera-ya. Aku lupa...”, ucap Heechul memeluk Hera
“Arasseo~”, jawab Hera membalas pelukan Heechul
“Jangan pernah pergi dariku...”, ucap Heechul mengecup kening Hera
“Never...”, jawab Hera
THE END
0 comments
0 Comments:
When I first saw you a miracle
are you an ELF? Follow us! :D
A little bit closer, love
super junior official website
superjunior-m official website
super junior happy official website
super junior trot official website
allkpop
choi mihae's personal blog
choi eunai's personal blog
November 2011
Desember 2011
designer DancingSheep
edited by : @aisukeai
I don’t need anyone else, it’s only you
Listen!
It's You- Super Junior by xmoosikx
I don’t need anyone else, it’s only you
sorry if we late to update this index. we'll update soon.

Posting Komentar