How about you? ;)
don't worry! click the S button
Explanation about navigation button:
this is the page where you can read our latest fanfiction update.
an introduction about US, super FUN Super Junior's Administrator.
in this page you can find another links for Super Junior.
this page is special place dedicated to ELFs especially our readers and followers.
want to listen Super Junior's song? we'll change the song frequently.
a page of which function is help you to find your favorite fanfiction
Follow us!
There’s no one like you, even if I look around it’s just like that
choi mihae (MH)
fugu-복어
.elf-fishy.
.super junior's donghae everlasting wife.
.eunhaeshipper.
.i love green.
check her personal blog
follow her twitter
friends with her me2day
choi eunai (EA)
ai
.elf-jewels.
.super junior's lovely dongsaeng.
.eunhaeshipper.flames.
.i love chocolate.
check her personal blog
follow her twitter
friends with her me2day
follow our twitter
Open your heart whenever and see that I’m always in front of you
Story by : Tammy
Cast :
· Choi Mihae
· Lee Donghae
Because it was more painful than a fate shattered like glass
-Storm (Super Junior KRY + Donghae-Sungmin)
Mihae’s POV :
Hari ini hujan turun, mengingatkanku padamu yang genap seminggu ini pergi dari kehidupanku. Aku tahu ini bukan keinginanmu, dan juga tentu bukan keinginanku. Tapi, waktu dan keadaanlah yang memaksa kita untuk berpisah.
Miris, itu yang aku rasakan ketika melihatmu muncul di layar televisiku. Melihatmu tersenyum seakan-akan hidup ini terasa begitu gampang tanpaku yang sudah mengisi harimu selama 1 tahun lebih ini. Aku memang sengaja menjauhi media komunikasi. Mungkin itu yang terbaik. Supaya aku cepat melupakanmu, dan aku juga bisa menenangkan diri. Mengurung diri di apartemenku tanpa keluar sesentipun dari pintu luar.
Apa tindakanku benar ? Apa itu menyusahkanmu ? Rasanya tidak. Rasanya kau sudah bahagia dengan kehidupanmu sekarang. Tanpa ada yang melarang kau melakukan ini itu. Mengingatkanmu untuk ini itu. Pasti enak ya rasanya menjadi seorang yang bebas? Haha.
Aku berjalan menuju lemari, berusaha mengambil segala sesuatu yang pernah kau beri, aku ingin membungkusnya dan membuangnya jauh dari kehidupanku. Mungkin akan baik kalau aku membakarnya. Menghanguskannya, membiarkan hujan menghapusnya. Atau apalah, yang penting benda-benda itu jauh dari kehidupanku.
Kuambil kotak berukuran 50x60 cm bersampul bergambar ikan kecil kecil warna-warni. Kutarik dari dalam lemari dan kubawa kedepan kasurku. Kubuka tutupnya, kulihat isinya. Serentak hatiku sakit. Menolak membuang isi dari kotak itu. Menginginkan untuk menambahnya, bukan membuangnya.
Ini semua terjadi di Rabu malam. Hujan turun dengan derasnya, saat itu kami berjanji untuk makan malam disebuah restaurant didekat Han Gang River. Aku dan dia bertengkar karena alasan yang mungkin bisa dibilang non sense. Tak perlu kusebutkan apa alasannya. Yang jelas, dengan tegas kukatakan aku ingin berpisah dengannya dan dengan cepat ia mengiyakan. Hal itu mungkin karena kami sama-sama sedang emosi, dan dia langsung meninggalkanku di restaurant itu tanpa kata-kata apapun.
Namanya Lee Donghae, dia adalah anggota Super Junior, sebuah boyband yang sedang naik daun. Aku bertemu dengannya dulu saat Super Junior tampil disebuah acara televisi yang diadakan di perusahaanku. Dan ya, kami berkenalan, bertukar nomor ponsel, dan akhirnya 2 bulan kemudian memutuskan untuk berpacaran.
Didalam kotak itu aku mengamati, mengacak-acak, mencoba mengingat setiap memori yang ada didalamnya. Hingga akhirnya mataku tertuju pada sebuah foto. Foto terbodoh yang pernah kami abadikan. Foto dimana badan kami kotor karena lumpur. Waktu itu.....
***
Waktu itu adalah 3 bulan semenjak kami memutuskan untuk berpacaran, hari itu Donghae-Oppa sedang tidak ada jadwal sehingga kami memutuskan untuk pergi kesebuah tempat. Tempat yang hanya kami ketahui. Terletak lumayan jauh dari Seoul, butuh sekitar 45 menit untuk mencapainya. Tempat itu hanya berupa tanah yang banyak memiliki pohon-pohon. Kami memutuskan untuk piknik disana.
“Donghae-Oppa...Ambilkan pisau dong, aku sedang sibuk membakar daging nih...Pisaunya tertinggal dimobil, di dekat backpackku...”, ucapku meminta tolong
“Arasseo~ Jankaman...”, ucapnya sambil berlalu
Akupun meneruskan memanggang daging. Daging yang kupanggan itu sudah jadi semua, hanya saja Donghae-Oppa belum juga kembali. Karena takut terjadi apa-apa, aku memutuskan untuk mengeceknya. Berjalan menuju mobil. Namun, belum sampai mobil, kaget aku dibuat oleh Donghae-Oppa, ia berlumuran lumpur didalam sebuah parit yang penuh dengan lumpur.
“Ya~ Waeyo, Donghae-Oppa ? Hahahahahhaha”, tanyaku sambil tertawa
“Ya! Stop laughing! Aku terjatuh karena mengambil pisaumu ini tauk!”, jawabnya
“Huahahahahahahhahaha! Pabo! Jinjja pabo! Hahahahhahahahaha”, kataku tidak bisa menahan tawa
“Ya!”, ucapnya beranjak dari parit itu memelukku
“Kyaaaaa! Oppa!!!!! Kotor tauuuuuuuuuuuk!!”, kataku berteriak, berusaha melepaskan pelukanku darinya
“Tidak ada alasan! Hahahahahahahha”, ucapnya menggendongku menuju parit dan melemparkanku kedalam parit itu
“Aish~ Jinjja! Awas kau!”, ucapku beranjak mengejarnya
Dan ya, itulah kami akhirnya. Makan dengan badan penuh dengan lumpur. Memegang daging dengan jari yang tidak berlumpur. Kedinginan karena kebasahan. Tidak membawa baju ganti karena memang tidak ada rencana untuk basah-basahan. Dan, tentu saja, mengotori mobil karena bercak-bercak lumpur ini.
Satu yang aku ingat disana. Ciuman pertama kami sebagai pasangan. Maksudku, tentu saja dia dan aku pernah berciuman dengan mantan kami masing-masing, tapi setelah berpacaran, baru hari itu kami berciuman.
Saat itu aku mengejarnya, ingin membalas dendam karena telah melemparkanku kedalam parit. Tapi, kau tahu, larinya sangat cepat dan tentu saja aku tidak bisa mengejarnya. Akhirnya aku menyerah duduk di antara pohon-pohon, mengatur nafas. Tiba-tiba ia memelukku dari belakang.
“Capek ?”, tanyanya memelukku
“Neomu! Kau keterlaluan, sudah tahu kau larinya cepat, dikurangi sedikit kek kecepatan berlarimu...”, jawabku protes
“Haha. Itu sudah kecepatan paling lambat, tahu...”, katanya duduk disebelahku memeluk pinggangku
“Aish~ Apa kau mau bilang kalau aku yang lambat?”, tanyaku skeptis
“Aku tidak bilang begitu. Hahaha...”, jawabnya tertawa
“Tapi dari wajahmu bilang seperti itu...”, kataku
“Haha...Lihat wajahmu...Entah bagaimana aku menggambarkannya...”, ucapnya memencet hidungku
“YA! Memang wajahmu terlihat tampan saat ini ha?”, ucapku mengelus hidungku yang kesakitan akibat dipencet olehnya
“Haha, tapi aku menyukainya. Aku menyukai dirimu disaat sedang jelek maupun sedang cantik...”, ucapnya menatapku penuh dengan kelembutan
Aku menoleh, aku selalu tidak kuat apabila ditatap oleh dirinya. Selalu kalah. Hal itu dikarenakan tatapannya sangatlah dalam dan kembut, tatapan yang bisa membuatku terbang jika aku tidak mengingat bahwa aku ini manusia biasa.
Ia meraih daguku, memaksaku untuk menatapnya, memaksaku untuk melihat bahwa aku memang selalu cantik dihadapannya. Ia tersenyum penuh arti, menatap bibirku. Entah apa yang sedang ia pikirkan, iapun mendaratkan ciumannya sekilas, membiarkan aku membalasnya dan melepaskannya.
“Kau tahu ? Kau selalu terlihat cantik dihadapanku, karena aku mencintaimu...”, ucapnya sambil memelukku
Dan, ya, aku adalah gadis yang sangat beruntung mendapatkannya.
***
Aku meletakkan foto itu. Mengacak-acak isi kotak itu, mencari apalagi yang bisa kuingat dari isi kotak itu. Disana kutemukan sebuah MP3 kecil berbentuk kepala teddy bear. Kulihat baterainya masih ada. Bisa untuk kuperdengarkan. MP3 yang dulu selalu kudengarkan setiap malam, agar selalu ingat padanya.
MP3 itu memang tidak spesial, tapi Donghae-Oppalah yang membuatnya spesial. MP3 itu merupakan hadiah perayaan hari jadi kami yang ke-2 dimana aku membuatkannya sebuah boneka yang kujahit dengan tanganku sendiri. Hari dimana ia tidak bisa merayakannya denganku karena ia harus pergi ke Cina untuk menghadiri sebuah acara disana selama 1 minggu. Hadiah yang rupanya sudah dititipkan ke Leeteuk-Oppa sejak sebelum ia berangkat.
Aku memasang headset dari MP3 itu. Kudengarkan disana, sebuah ucapan darinya. Ucapan yang ditujukan hanya untukku.
***
“To my beloved yeoja chingu, Choi Mihae...
Hari ini genap 60 hari aku melewatkan hariku bersamamu sebagai seorang pacar dan 120 hari dimana aku melewatkan hariku dengan menyukaimu. Mianhae, aku sangat ingin-ingin-ingin melewati hari ini bersamamu. Tapi, aku tidak bisa apa-apa ketika jadwal sudah ditetapkan oleh manager. Huhu. Ng, Mihae-ah...Aku merekam lagu ini khusus untukmu. Mengaransemen ulang dan yaa maafkan aku, aku tahu suaraku tidak sebagus Yesung-Hyung maupun Ryeowookie dan Kyuhyunnie, tapi percayalah kalau aku menyanyikan ini benar-benar tulus dari hati. Maaf aku hanya bisa memberimu ini, mungkin tidak sebanding dengan hadiahmu ketika kita merayakan peringatan hari jadi kita yang pertama, tapi...Aku mau ketika kau mendengar ini, kau mengingatku selalu. Ng, langsung saja ya...”
Sebuah alunan lagu mulai terdengar dari headset itu.. Entah lagu apa, tapi rasa-rasanya aku pernah mendengarnya...dan ya ternyata benar, ia mengaransemen lagu kesukaanku, I lay My Love On You milik Westlife, ia mengaransemennya menjadi sangat manis, ditambah oleh suaranya yang sangat lembut.
“As i lay my love on you~...
Mihae-ah, bagaimana mennurutmu ? Haha. Aku yakin akan lebih bagus lagi kalau aku meminta tolong Yesung-Hyung atau Ryeowookie atau Kyuhyunnie menyanyikannya, tapi, sekedar info saja, aku mengaransemen lagu ini semalaman, padahal kau tahu, pukul 8 pagi aku harus pergi ke Cina. Dan saat ini sudah menunjukkan pukul 3 pagi, dan ya, mungkin akan lebih baik aku tidur didalam pesawat saja. Haha. Aku hanya ingin berpesan padamu, jaga diri baik-baik selama aku disana,jangan nakal, matamu boleh melirik lelaki lain, tapi aku sama sekali tidak mengizinkan hatimu untuk melirik lelaki lain. Sama sekali tidak mengizinkan.Dan aku juga janji padamu, hatiku tidak akan melirik wanita lain. Cukup kamu. Haha.Aku berjanji padamu, aku akan langsung menghubungimu begitu aku sampai disana, Aku akan segera mengaktifkan nomor Cinaku dan langsung menghubungimu. Tunggu ya...Ng, Mihae-ah, aku ingin mengucapkan terima kasih padamu, terima kasih karena sudah menjadi yeoja chingu yang sangat baik, terimakasih atas perhatianmu yang tidak berkekurangan, terimakasih atas senyummu, ucapan selamat pagimu, semangatmu, airmatamu, rasa sayangmu. Terima kasih atas semua. Aku juga mau meminta maaf padamu, maaf karena aku pernah membuatmu menangis, membuatmu kesal, khawatis, panik, capek, kesal, marah, benci, dan maaf atas semua kekuranganku. Aku akan berusaha menjadi seorang namja chingu yang sangat baik. Choi Mihae, nan neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu saraghae~ haha..Annyeong!
***
Sekilas aku meneteskan airmata, mengingat bahwa dulu ia begitu mencintaiku dan mengingat bahwa saat ini dia sudah bisa tanpaku. Pedih memang rasanya. Sangat pedih. Entah mengapa, rasanya sangat beda ketika aku putus dari mantanku yang sebelumnya. Kali ini lebih sakit dan lebih dalam. Mungkin dikarenakan aku sangat mengenalnya.
Aku mengacak-acak lagi isi kotak tersebut dengan beruraikan air mata. Mencari apakah masih ada barang yang bisa mengingatkanku padanya. Hingga akhirnya kutemukan sebuah kalung, kalung berliontinkan kunci dengan berlian disisi kunci itu. Aku mengingat kejadian dimana ia memberikan kalung itu....
***
Waktu itu aku dan dia memutuskan untuk berlibur ke Pulau Jeju setelah kami menjalani hubungan kami selama 8 bulan. Kami berjalan-jalan dan menikmati keindahan alam disana selama 2 hari 1 malam, tidak bisa lebih karena ia harus melanjutkan jadwalnya lagi.
Saat itu malam hari, dimana ia mengunjungi penthouseku , mengajakku duduk di dekat perapian. Kami mengobrol sambil tertawa-tawa hingga akhirnya...
“Mihae-ah~ Apakah kau pernah berdansa ?”, tanyanya
“Pernah...”, jawabku santai
“Dengan siapa ?”, tanyanya
“Appa. Haha. Waeyo ?”, ucapku santai
“Ani~ Sini... Ikut aku...”, ucapnya mengajakku beranjak dari tempat duduk menuju tempat lapang didepan perapian
“Kenapa sih?”, ucapku mengikutinya
Dia memeluk pinggangku, meraih tanganku dan membiarkannya bergelayut dipundaknya yang kokoh. Dia mengeluarkan handphonenya dan memutarkan lagu OST Secret Garden, Here I am, yang dinyanyikan oleh 4Men dan Mi.Setelah itu ia mengayunkan badanku dan badannya mengikuti irama lagu.
Aku memang pernah berdansa sekali bersama Appaku ketika acara pernikahan sepupuku, dan aku juga suka sekali dengan dance sehingga aku dengan mudah mengikuti iramanya.
“Wow...Ternyata kau bisa berdansa juga...”, ucap Donghae-Oppa meletakkan kepalanya dipundakku, mencium leherku
“Jelas...haha...”, ucapku sambil menyenderkan kepalaku kepundaknya.
“Mihae-ah...”, ucapnya
“Ne?”, jawabku
Sekilas aku merasakan ia meronggoh saku celananya, mengeluarkan sesuatu dari dalamnya dan memasangkannya pada leherku.
“Igae mwoya, Oppa?”, tanyaku
“Jaga kalung ini baik-baik...Aku pilih kunci karena, memang kaulah pemegang kunci hatiku..”, jawabnya
Dan itulah yang terjadi malam itu. Kami berdansa hingga akhirnya jam didinding menunjukkan pukul 2 pagi, saatnya ia kembali kekamarnya, iapun memelukku sekilas, mengecup bibirku, dan pergi menuju kamarnya.
***
Aku menangis. Kali ini lebih deras daripada sebelumnya. Mengacak-acak lagi isi dari kotak itu, hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengambil boneka beruang berwarna cokelat tua dari dalam situ. Memeluknya dan menangis. Mengingat kenangan yang terjadi pada boneka ini.
Wanginya, masih wangi Donghae-Oppa. Ya. Aku memang memintanya menyemprotkan parfumnya ke boneka ini. Dan wangi itu masih belum hilang sampai sekarang. Membekas seakan-akan tidak rela meninggalkan pemiliknya.
Hari itu ia mengajakku berjalan-jalan di mall, disana aku menemukan sebuah boneka beruang yang sangat besar. Aku ingin membelinya tapi aku sedang tidak membawa uang yang banyak dan kartu kreditku tidak bisa digunakan, ia juga sedang tidak membawa uang yang banyak dan kartu kreditnya sedang rusak sehingga tidak bisa digunakan. Ketika aku sedang berada di foodcourt, dia meminta izin padaku untuk pergi ke toilet, namun siapa sangka ternyata ia kembali dengan membawa sebuah boneka beruang kecil ini, dan berkata bahwa suatu saat ia akan membelikan yang besar untukku. Aku menolaknya, tapi ia berkata bahwa ia akan membelikannya untukku dan aku wajib menerimanya.
Aku menangis. Mendapati kenyataan bahwa ternyata memang aku belum bisa ditinggalkan olehnya. Belum bisa mengikutinya pergi dari kehidupan kami. Belum bisa melepasnya. Menghirup wangi parfum yang ditinggalkan diboneka tersebut. Mengingat setiap suara yang ia keluarkan, betapa hangatnya tubuhnya ketika memelukku. Suara tawanya, semuanya. Semua tentangnya. Ternyata aku memang belum bisa. Sangat belum bisa. Masih sangat berharap bahwa segalanya bisa kembali seperti biasa. Apa aku yang terlalu gengsi untuk memintanya kembali ?
Dengan berani akhirnya aku memutuskan untuk menghubunginya. Aku berjalan menuju lemari, membuka laci yang menyimpan handphoneku didalamnya, membuka kunci handphone, kudapati disana terdapat 73 panggilan tidak terjawab. 60 dari Donghae-Oppa, dan 13 dari nomor teman-temanku. Selain itu kudapati 50 pesan yang kuterima 43 dari Donghae-Oppa dan 7 dari orang lain yaitu Sungmin-Oppa, Aeri, Wheena-Eonni, dan Hyemi yang rupanya menghawatirkanku. Mereka adalah Siwon-Oppa, Minho, Onew, Taemin, Eunhyuk-Oppa, Leeteuk-Oppa, dan Wheena-Eonni. Kubuka secara random pesan mereka. Rata-rata menanyakan dimana aku, bagaimana keadaanku hingga akhirnya aku berhenti pada sebuah pesan dari Donghae-Oppa
From : Mine!♥♥
Mihae-ah, jangan siksa aku seperti ini
Aku mohon. Kembalilah...I need you ㅠㅠ
Ya. Ternyata dugaanku selama ini salah. Sangat salah. Ternyata dia belum melupakanku, tapi dia juga mau aku kembali padanya. Ternyata selama ini dia masih memikirkanku. Ternyata ia masih sangat mencintaiku.
Dengan sigap akupun mengambil coat yang tergantung dipintu kamarku dan bersiap pergi. Mencarinya, mengatakan padanya kalau aku juga tidak bisa seperti ini terus-terusan. Ya, aku akan pergi. Memperjuangkan cintaku!
***
Donghae’s POV :
Ini sudah kesekian kalinya aku mengirimkan pesan untuknya. Telepon dariku tidak pernah ia angkat. Ya, Tuhan, kemana dia ? Apa yang terjadi padanya ? Sungguh aku sangat cemas.
Namanya Choi Mihae. Umurnya 23 tahun. Ia adalah wanita yang sangat manis dimataku. Matanya bersinar setiap tertawa, belum lagi dimples yang ia punyai menambahkan keindahan ketika ia tertawa. Rambutnya panjang berwarna hitam legam sepinggang. Suaranya nyaring tapi enak didengar dan ya, aku mencintainya.
Malam itu aku bertengkar dengannya. Hanya masalah simple, aku lupa bahwa aku punya janji dengannya untuk makan malam, sehingga aku datang sangat terlambat. Ia marah, dan saat itu aku sedang capek karena latihan yang terus-terusan. Ketika ia mengatakan ia ingin berpisah, dengan cepat aku iyakan. Padahal setelah itu, aku sangat menyesalinya.
Aku belum pernah menemukan gadis sepertinya. Gadis yang mungkin untuk sebagian orang biasa saja, tapi menurutku ia sangat luar biasa. Perhatiannya, semangatnya, segalanya, dengan mendengar suaranya saja aku sudah bisa kembali bersemangat. Ya, dia adalah alasanku untuk bangun disetiap paginya.
Aku sering menangisi kepergiannya. Ya. Untuk ukuran seorang lelaki, aku bisa digolongkan sebagai laki-laki yang memiliki air mata berlebih. Dan jujur, sakit setiap aku mengingat bahwa ia sudah tidak ada lagi disisiku.
Hari ini adalah puncaknya. Puncak dari segalanya. Mungkin dia memang tidak mau membalas SMSku, tidak mau mengangkat teleponku, tapi ia tidak mungkin menolak kedatanganku. Ya, aku harus memperjuangkan cintaku !
***
Mihae’s POV :
Dengan sigap akupun mengambil coat yang tergantung dipintu kamarku dan bersiap pergi. Mencarinya, mengatakan padanya kalau aku juga tidak bisa seperti ini terus-terusan. Ya, aku akan pergi. Memperjuangkan cintaku!
Akupun bergegas mengambil sepatuku. Memasangnya dengan asal-asalan dikakiku, dan bergegas menuju pintu. Kubuka pintuku dan betapa kagetnya diriku melihat sebuah boneka teddy bear yang sangat besar yang aku idam-idamkan, menungguku didepan pintu. Kulihat orang yang berada dibelakang teddy bear itu. Dia adalah Donghae-Oppa.
“Mianhae~ Jeongmal mianhae~”, ucapnya menitikkan air mata
“Oppa~”, ucapku juga menitikkan air mata
“Jangan siksa aku Mihae-ah, aku mohon. Aku tak bisa menjalani hariku tanpa dirimu. Aku mohon, kembalilah...”, ucapnya serius menghapus airmatanya
Aku tidak bisa berkata apa-apa. Hanya menatapnya, dan memeluknya. Mengeluarkan segalanya dipelukkannya, kerinduan yang sudah aku tahan selama seminggu ini. Memeluknya seakan tidak akan pernah melepaskannya lagi. Memeluk seorang Lee Donghae.
“Mihae-ah...Jebal...”, ucap Donghae-Oppa
“Na do~ Aku juga tidak bisa tanpa dirimu...”, ucapku terisak dalam pelukkannya
“Kau mau kembali bersamaku ?”, tanyanya
“Ne~”, jawabku dengan mantap
“Gomawo, Mihae-ah...Berjanjilah padaku untuk tidak akan pernah mengucapkan kata-kata maksiat itu lagi...”, katanya mengecup pucuk kepalaku
“I promise...Oppa, berjanjilah untuk tidak mengiyakan ketika aku mengucapkan kata-kata maksiat itu lagi...”, kataku sambil tersenyum
“Haha... Arasseo~ Aku berjanji...Saranghe, Mihae-ah...Neoooooooooooooooooomuuuu saranghae”, ucap Donghae-Oppa memperat pelukannya
“Na do~ yeongwonhi”, balasku sambil tersenyum
Call my name! By your side I will stay I love you!
Let’s be together, you and me forever
-Hate U Love U ( Super Junior)
THE END
0 comments
Story by Tammy
Cast :
· Lee Hyemi
· Choi Siwon
· Super Junior
· Choi Mihae
· Jang Hera
· Yoon Aeri
· Kim Eunhyi
·
Hyemi’s POV :
“KYAAAA! OPPAAAA! KYAAAAAA!”, teriak para gadis itu di depan gedung SM
“OPPAAAA! OPPAAAA! KYAAAAA!”
“OPPAAAA!”
Argh! Aku kesal mendengarnya ! Apa mereka tidak capek mengikuti artis kesukaan mereka kemanapun artisnya pergi ? Apa mereka tidak merasa kesakitan dengan teriak seperti itu terus-terusan ? Aish~
Namaku Lee Hyemi. Umurku 22 tahun. Tapi tubuhku masih bisa dibilang berumur 15 tahun. Ya, betul sekali. Tinggi badanku hanya 150cm. Rambutku ikal sebahu dan bisa dibilang aku bukanlah perempuan yang pandai berdandan. Saat ini aku masih kuliah disebuah Universitas biasa-biasa saja di Seoul mengambil jurusan Accounting. Ya. Aku sangat menyukai hitungan.
Mobil itu pergi meninggalkan kerumunan, saatnya aku juga pergi menyusul mobil itu. Dengan menggunakan motor matic kesayanganku ini, dengan cepat aku menyusul mobil yang membawa pacarku. Ya. Aku sudah memiliki pacar saudara-saudara.
Mungkin kau tidak akan percaya. Aku juga sampai sekarang masih belum percaya. Tapi, berkali-kali aku berusaha mencubit tubuhku, menjedotkan kepalaku ke tembok, ini nyata ternyata. Bukan cuma mimpi semata.
Pacarku perfect. Itu menurut pandangan orang-orang disekitarnya. Aku juga berpikir dia sangat perfect. Tinggi badannya 183 cm, tubuhnya seperti pahatan karya pemahat ternama. Wajahnya sangat taman, dengan lesung pipi yang dalam. Matanya berbinar, bibirnya bagus apalagi jika tersenyum. Tatapannya sanggup membuat wanita-wanita lupa siapa dirinya.
Namanya Choi Siwon. Seorang anggota Super Junior, sebuah grup boyband terkenal di dunia. Kami pertama kali bertemu ketika ia sedang shooting film terbarunya, Poseidon dan saat itu aku dikenalkan oleh sutradara film itu yang merupakan ayahku. Sejak saat itu ayahku sering memintaku menemani Siwon-Oppa untuk pergi kemana-mana dan...ya, akhirnya berakhir seperti ini.
Motor yang kukendarai berhenti di sebuah restorang favorit. Restoran dimana orang-orang memiliki privacy masing-masing karena meja dibatasi oleh ruangan-ruangan kecil. Dengan sigap akupun segera menuju sebuah tempat yang memang sudah dipesan olehnya.
Baru 5 menit menunggu, kulihat pintu ruangan sudah terbuka. Kulihat disana lelaki yang sedang tersenyum, mengenakan kemeja putih yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
“Sudah lama ?” tanyanya
“Belum kok, aku baru saja datang...Mau pesan apa ? biar kupesankan langsung”, jawabku
“Ng~ Seperti biasa saja deh...”, jawabnya sambil mengeluarkan handphonenya
“Arasseo...”, jawabku sambil menuliskan pesanan yang biasanya ia pesan
Selesai memesan aku menatapnya yang sedang sibuk dengan handphonenya. Ya. Dia memang orang yang seperti itu, suka sibuk sendiri dengan handphonenya. Hal itu disebabkan karena dia memang banyak menerima job dari luar. Selain itu juga ia harus selalu berhubungan dengan anggota Super Junior yang lainnya.
Terkadang aku merasa curiga dengannya. Apakah kalian tahu ? Sebenarnya akulah yang menyukai dia duluan. Waktu itu hujan turun. Aku selesai menemaninya pergi ke sebuah butik untuk membeli jas yang akan ia pakai di acara fanmeeting Super Junior. Ketika kami berada dibutik, kami bertemu dengan seseorang yang sangat cantik. Dia adalah Im YoonA, anggota SNSD. Saat itu mereka terlihat sangat akrab ketika berbicara. Dan ketika kami berada di halte untuk menunggu jemputan, aku bertanya padanya :
“Siwon-Oppa, apakah menurutmu Im YonnA-ssi cantik ?”, tanyaku
“Tentu saja...Wae ?”, katanya
“Apakah kau menyukainya ?”, tanyaku lagi
“Iya. Aku menyukainya sebagai seorang dongsaeng.”, jawabnya
“Kalau kau menyukainya sebagai seorang dongsaeng, apakah kau menyukaiku ?”, tanyaku lagi
“Kenapa sih ?”, tanyanya lagi
“Ani~ Kalau aku meminta kau menjadi pacarku, apakah kau mau ?”, tanyaku
Ya. Frontal memang kuakui, tapi jujur, suasana saat itu memang sangat mendukung. Dan ya, dia memang menjawab iya. Tapi setelah itu, aku merasa sangat menyesal. Bukan, bukan karena aku tidak menyukainya lagi, tapi justru karena aku menjadi sangat menyukainya dan aku merasa cintaku ini hanya bertepuk sebelah tangan.
Misalnya saja waktu itu. Aku diajak olehnya untuk menghadiri acara dinner bersama SM Family. Dan ya, memang kuakui, aku yang tidak pandai berdandan ini justru terlihat seperti anak SD yang menghadiri ulang tahun temannya, dibandingkan Siwon-Oppa yang terlihat seperti pangeran itu. Dan ya, aku menyesal telah datang ke acara itu, karena bukannya ditemani olehnya, aku hanya ditinggal sendirian, bahkan mengekor dia kemana saja tanpa berbicara apapun.
Aku memang tidak bisa marah padanya, karena aku tahu dia memang sudah dekat dengan orang-orang yang ada disitu dan aku tidak bisa berusaha mengajak berbicara dengan mereka. Tapi...Aku hanya ingin ia menemaniku, setidaknya mengenalkan aku kepada orang yang bertemu dengan kami.
Tapi sudahlah, itu tidak penting. Percuma saja aku protes, nanti akhirnya malah aku akan kehilangan dia. Ya. Aku tidak mau kehilangan dia.
“Kenapa diam saja ?”, tanya Siwon-Oppa mengagetkanku
“Ani~”, jawabku
“Kau sakit ?”, tanyanya
“Ani~ AH, makanan sudah datang...”, ucapku mengalihkan pembicaraan
Dan akhirnya perjumpaan kami hari itu hanya berakhir dengan diam, tidak banyak berbicara.
***
“Ya~ Mengapa kau tidak bertanya saja padanya ?” tanya Mihae-Eonni, seseorang yang menemaniku saat acara dinner bersama SM Family, dan akhirnya kami menjadi dekat, ia adalah tunangan dari Donghae-Super Junior dalam telepon
“Tidak mungkin, Eonni. Kau tahukan dia bukan orang yang terbuka...”, jawabku
“Ya~Hyemi-ah, kau harus berani bertanya. Kalau tidak, masa kau mau hidup dengan bayang-bayang cinta bertepuk sebelah tanganmu ?”, sarannya
“Keundae, Eonni...Aku takut ia marah seperti sebulan yang lalu...”, jawabku
Ya. Aku teringat. Saat itu adalah perayaan hari jadi kami yang ke 2 bulan. Ia mengajakku kesebuah cafe didekat Han Gang River. Disana lagi-lagi ia sibuk dengan handphonenya dan refleks aku menangis karenanya. Ketika ia bertanya mengapa, aku menjawab apakah dia sayang padaku. Dan ya. Dia marah padaku. Semenjak saat itu aku tidak pernah lagi berani bertanya padanya tentang perasaannya.
“Ya~ Kau punya hak untuk bertanya Hyemi-ah...”, ucap Mihae-Eonni
“Ah~ Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, Eonni...”, ucapku
“Now or never, Lee Hyemi...”, kata Mihae-Eonni
“Arasseo~ Aku akan memikirkannya lagi...”, ucapku
“Arasseo! Hyemi! Hwaiting!!”, ucap Mihae-Eonni
“Ne~”, jawabku mematikan telepon
***
“Kenapa kau diam saja ?”, tanya Siwon-Oppa ketika aku menemaninya latihan untuk Super Show 4
“Ani~ Sudah selesai latihannya ?” tanyaku mengalihkan perhatian
“Not yet. Kau masih mau menunggu ?”, ucapnyaa
“Ne~”, jawabku tersenyum, berusaha terlihat biasa-biasa saja
“Gwaenchana??”,tanyanya merasa ada yang aneh padaku
“Ne. Gwaenchane..”, jawabku tersenyum lagi
“Arasseo, jankaman...”, ucapnya meninggalkanku menuju ruang latihan lagi
Aku memang sering sekali bertemu dengannya. Dia selalu mengajakku kemana saja ia pergi, kecuali kalau dia ada job overseas. Kalau dia sedang berlatih, mencoba baju untuk pentas, fanmeeting, dan lain sebagainya, ia tak pernah lupa mengajakku. Baik memang, tapi dengan selalu diajaknya aku jadi semakin merasa kalau cintaku bertepuk sebelah tangan. Merasa cemburu pada fans-fansnya yang mendapatkan perlakuan baik darinya.
“Annyeonghaseyo, Hyemi-ssi”, panggil seseorang dari sebelahku
“Ah~Eunhyi-ssi, annyeonghaseyo~”, jawabku tersenyum
“Menunggu Siwon-Oppa?”, tanya Eunhyi
“Ne~ Kau menunggu Hyukjae-Oppa?”, tanyaku balik
“Iya...Tapi hanya sebentar, aku mau mengantarkan makanan saja. Setelah itu aku harus pergi karena aku ada kuliah...”, jawabnya sambil menunjukkan tempat bekal kecil yang berisi entah apa
Kulihat Hyukjae-Oppa keluar dari ruang latihan. Disana ia menemui Eunhyi, mengambil tempat bekal dari Eunhyi dan mengecup pipi Eunhyi sambil berterima kasih. Sungguh membuat siapa saja yang melihatnya menjadi cemburu.
Siwon-Oppa tidak pernah menciumku. Memelukku juga tidak pernah. Jangankan memeluk, menggandeng saja tidak pernah. Dia bilang dia takut ketahuan public, tapi...Rasanya Mihae-Eonni sering digandeng oleh Donghae-Oppa, bahkan ditempat umum sekalipun, dan itu Eunhyi dicium pipinya dihadapan public.
Apakah aku harus membuatkannya makanan ? Atau apa ? Akhirnya aku mendapat sebuah ide. Membelikannya minuman pengganti ion tubuh rasanya tidak terlalu buruk. Akupun segera bergegas menuju supermarket yang ada disebelah dan membeli minuman itu lalu segera kembali ke SM Building.
“Sudah selesai ?”, tanyaku kepada Siwon-Oppa ketika melihat anggota Super Junior keluar dari ruang latihan
“Iya...”, jawabnya
“Ngg, Oppa...Aku membelikanmu minuman ini...”, ucapku menyerahkan minuman yang aku belikan
“Gomawo, Hyemi-ah”, ucapnya menerima pemberianku sambil tersenyum, “Jankamannyo,aku mau menemui Teukie-Hyung dulu”
“Arasseo...”, jawabku kembali duduk ditempat tadi
Sekitar 15 menit aku menunggu. Memperhatikan anggota Super Junior yanga belum pulang. Disana ada Kyuhyun-Oppa yang sedang berbicara didalam telepon sambil tertawa, pasti sedang teleponan sama Wheena-ssi, lalu kulihat Hyukjae-Oppa yang berusaha melindungi makanan yang diberikan Eunhyi dari serangan Shindong-Oppa dan Sungmin-Oppa. Lalu ada Donghae-Oppa yang senyum-senyum sendiri melihat layar handphone *pasti sedang smsan dengan Mihae-Eonni*, Heechul-Oppa yang sedang bersama dengan pacarnya, Jang Hera, Ryeowook-Oppa yang sedang berbicara dengan Yesung-Oppa dan dipojok kulihat pacarku sedang berbicara dengan Leeteuk-Oppa.
Betapa cemburunya aku melihat mereka yangsudah punya pacar. Rasanya benar-benar memperlakukan pacarnya dengan baik. Sedangkan aku? Hanya bisa diam melihat oacarku tersenyum dengan wanita lain.
“Ayo pulang...”, ajak Siwon-Oppa
“Ah~ye...”, jawabku mengikutinya dari belakang. Kulihat ditangannya minuman dariku tidak ada. Apakah ia membuangnya ? Aku pergi dengan kecewa.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, dimana aku sudah berada di kampus untuk mengikuti sesi perkuliahan. Hari ini aku tidak mengirimi SMS ke Siwon-Oppa ucapan selamat pagi seperti yang biasanya aku lakukan. Ya, aku memang yang selalu mengirimkan SMS duluan. Aku sengaja melakukan itu melihat apakah ia peduli padaku atau tidak.
Pukul 9 pagi aku menyelesaikan kuliah. Dengan cepat aku meraih handphoneku, berharap ada SMS dari Siwon-Oppa. Ternyata hasilnya..............Nihil. Tidak ada satupun SMS darinya.
“Hyemi-ah...”, sapa seseorang dari belakangku
“Ah~ Aeri...”, jawabku lesu
“Waeyo ? Sedang sedih ?”, tanya sahabatku satu itu
“Ne...Siwon-Oppa tidak mengirimkan SMS untukku...”, jawabku
“SMS duluan dooooong !”, ucap Aeri
“Aku sudah sering melakukan itu, aku sudah menceritakan padamu kan ?”, tanyaku
“Iya aku tahu. Tapi ya itu, aku setuju dengan ucapan Mihae-ssi, tanyakan padanya, tunggu waktu yang tepat...”, saran Aeri
“Aku juga sedang mencari waktu yang tepat tapi akhir-akhir ini dia sedang sibuk...”, jawabku
“Apa hari ini kau tidak ada rencana bertemu dengannya ?”, tanyanya
“Ada, aku akan menemaninya shooting Strong Heart...”, jawabku
“Nah, sepulang itu saja kau tanyakan...”, saran Aeri
“Yah~ Kucoba...”, jawabku
***
Siwon’s POV :
Hari ini aku shooting acara Strong Heart bersama dengan member yang lain. Aku akui aku sangat berpengaruh pada acara ini. Karena acara ini selalu mendapat rating yang tinggi ketika aku datang. Bukan sombong sih, tapi memang begitulah kenyataannya.
Hari ini aku ditemani oleh Hyemi. Seseorang yang menjadi pacarku selama 3 bulan ini. Hari ini dia mengenakan coat berwarna merah dengan dalaman turtle neck hitam dan celana panjang hitam. Wajahnya benar-benar terlihat seperti anak kecil.
Aku merasa ada yang aneh dengannya. Akhir-akhir ini dia lebih sering diam dan beberapa kali kudapati dia sedang melamun, tapi setiap kutanya kenapa ia tidak selalu mengatakan tidak apa-apa.
“Mengapa kau tidak mengirimi aku SMS ?”, tanyaku begitu ia datang ke waiting room
“Apakah harus selalu aku duluan ?”, tanyanya balik
“Kau kenapa sih ?”, tanyaku lagi
“Gwaenchanayo...”, jawabnya lagi
“Ah~ Terserah...”, ucapku sambil meninggalkannya
***
Hyemi’s POV
“Ya~ hahahaha... Siwon-ssi...”, panggil Kang Hodong, MC acara tersebut ketika acara sudah dimulai
“Ne ?”, jawab Siwon-Oppa
“Diantara 3 wanita cantik ini... Kang Sora-ssi, IU-ssi, lalu Hyuna-ssi, kau memilih yang manaa?”, tanya Kang Hodong
“Ah...Haha... Menurutku mereka semua memiliki kelebihan, akting Sora-ssi sangat bagus, suara IU-ssi sangat bagus, dan Hyuna-ssi memiliki badan yang bagus...Haha. Jadi menurutku mereka bagus...”, jawab Siwon-Oppa
“Kau harus memilih, Siwon-ssi...”, perintah Kang Hodong diiringi tawa dari semua penonton, kecuali aku, tentu saja
“Aduh...Haha...Mungkin aku lebih memilih IU-ssi karena aku sangat suka dengan wanita yang suaranya bagus...”, jawab Siwon-Oppa diiringi suara-suara yang menggoda mereka
Mwo?! Dia lebih suka dengan wanita yang suaranya bagus ?! Oh begitu rupanya! Jadi selama ini dia tidak menyukaiku ?!
“Kalau begitu, IU-ssi, mau kah kau menyanyikan lagi untuknya?”, pinta Lee Seunggi
“Ah~Ne...Aku akan menyanyikan lagu untuk Siwon-Oppa..”, jawab IU mengambil mic dan mulai menyanyi
Apa-apaan ini ? Apakah harus ditunjukkan didepanku ?! Apa itu ?! Dengan enaknya ia memeluk seorang yang bukan siapa-siapanya. Padahal dia belum pernah memelukku.
“Ah~ Kamsahamnida, IU-ssi...”, ucap Siwon-Oppa
“Ne~”, ucap IU dengan senyum termanisnya
Aku sudah tidak tahan lagi. Akupun keluar dari ruang siaran dan pergi.
***
Siwon’s POV :
“Siwon-ah...Kau sangat keren...”, ucap Leeteuk
“Hyung, apakah kau melihat Hyemi?”, tanyaku pada Leeteuk-Hyung tanpa menghiraukan ucapannya
“Aniyo~ Bukannya tadi ia menonton dari bangku penonton?”, jawab Leeteuk-Hyung
“Ne~ Tapi selesai acara kucari dia tidak ada. Aku telepon tidak diangkat, ku SMS tidak dibalas, padahal dia kemari tidak membawa motornya, tadi dia naik bus...”,ucapku mulai cemas
“Wah ya~ Diluar hujan sangat deras, Siwon-ah...”, kata Leeteuk Hyung juga cemas
“Jinjjaro? Aish~ Kemana gadis itu...ck...Arasseo, kalian pulanglah duluan. Aku akan mencarinya...”, ucapku sambil berlalu pergi.
***
Hyemi-ah, dimana kau ? Ini hujan deras
Kubaca pesan dari Siwon-Oppa itu berkali-kali. Tanpa kubalas kumasukkan lagi handphoneku. Aku tahu dia tidak akan peduli.
Saat ini sedang hujan deras, dan ya, aku kehujanan. Aku tak berniat kembali ke apartemenku, maka kuputuskan untuk berteduh disebuah playground, dibawah perlindungan perosotan yang besar.
Aku kehujanan ketika berjalan keluar dari ruang siaran. Menikmati hujan itu tanpa berusaha menghindarinya. Aku membiarkan hujan menghapus kesedihanku melihat pacarku yang memeluk gadis lain. Aku lelah. Aku kecewa. Lelah atas cinta bertepuk sebelah tanganku.
Hyemi-ah. Kau dimana ? Aku didepan rumahmu nih, mau numpang berteduh. Aku tidak membawa mobil...
Kulihat SMS itu dari Mihae-Eonni yang memang bekerja didekat apartemenku. Akupun membalas keberadaanku dan menyuruhnya mengambil kunci di resepsionis, dimana aku sering menitipkan kunciku.
Apa yang harus aku lakukan ? Aku tidak ingin mengakhiri hubunganku dengannya, tapi, aku juga tidak bisa bertahan seperti ini terus-terusan, tidak baik untuk kesehatan hatiku. Benar-benar bingung. Apakah aku yang terlalu sering mengeluh ? Dari awal aku juga sudah tahu bahwa resiko menjadi pacar seorang selebritis harus siap tahan banting. Tapi aku akan merasa baik-baik saja kalau pacarku tetap menunjukkan rasa sayangnya padaku. Bukan seperti ini.
“Kenapa disini ?”, tanya seseorang dari belakangku
“Darimana kau tahu aku disini?”, tanyaku padanya, rupanya orang itu adalah Siwon-Oppa
“Mihae...”, jawabnya
Aish~ Pintar benar Eonniku satu itu. Pasti tadi dia berbohong padaku menanyakan aku dimana dan dia ingin berteduh supaya aku membalas SMSnya
“Aku sudah mendengar semuanya dari Mihae...”ucapnya
“Mendengar apa?”, tanyaku
“Mendengar alasan mengapa kau berbeda akhir-akhir ini...”, jawabnya sambil duduk disebelahku
Tiba-tiba ia melepas kemeja yang memang sangat tebal yang ia kenakan, menunjukkan semua otot yang ia punya, memakaikan kemejanya padaku.
“Ya! Apa yang kau lakukan ?”, tanyaku berusaha melepas kemejanya
“Kalau kau melepasnya aku akan marah...”jawabnya menunjukkan ekspresi yang belum pernah aku lihat
Akupun terdiam. Membiarkan kemeja itu tetap menyelimutiku, menghilangkan rasa dingin akibat kehujanan tadi.
“Apa yang membuatmu berpikiran aku tidak menyukaimu?”, tanyanya to the point
“Ne?”tanyaku pura-pura tidak mendengar
“Aku tahu kau mendengarnya.”, jawabnya
“Ng...Aku merasa kau berbeda memperlakukanku dengan memperlakukan gadis lain.”, jawabku menahan tangis
“Kata siapa ?” tanyanya
“Perlu kuberi bukti?”, tanyaku
“Ya.Coba kau berikan bukti...”, jawabnya menatapku
“Aku cemburu melihat perempuan lain. Mereka mendapatkan perlakuan spesial dari pacarnya...”jawabku mulai menitikkan air mata
“Coba berikan aku contoh..”, ucapnya
“Eunhyi-ssi, ketika mengantarkan bekal untuk Eunhyuk-Oppa, Eunhyuk-Oppa mencium pipinya. Donghae-Oppa selalu menggandeng Mihae-Eonni kalau mereka sedang jalan, Sungmin-Oppa selalu mengirimkan kata-kata manis untuk Aeri setiap pagi dan malam, Heechul-Oppa selalu menelpon Jang Hera setiap akan dan sesudah beraktifitas, Kyuhyun-Oppa selalu mengucapkan ‘saranghaeyo’ diakhir teleponnya bersama Wheena-ssi. Yesung-Oppa selalu memeluk Yena-ssi setiap Yena-ssi melakukan hal yang lucu..”, jawabku terisak
“Kata siapa aku tidak pernah menciummu ? Memelukmu ? Mengucapkan kata I love you ? Dan alasan aku tidak menelpon setiap aku selesai beraktifitas karena, kau selalu bersamaku disetiap aktifitasku.
Aku kaget, menatapnya, meminta jawaban yang lebih jelas.
“Kau ingat saat kau menemaniku ke acara fanmeeting di Busan ? Kau pulang tertidur. Dan.........Aku menciummu. Dibibir malah.”, jawabnya dengan muka yang memerah, “ Aku juga menggandeng tanganmu disitu. Aku pernah memelukmu ketika kau tertidur saat menungguku shooting Star King. Menciummu lagi dibibir. Dan untuk kata-kata I love you...Kau bisa menonton ini...”
Dia menyerahkan handphonenya padaku. Disana terekam ceritanya pada Strong Heart yang di shooting pada hari ini.
***
Author’s POV :
“I Will Tell You a Secret...Museun secret yang akan kau beritahu pada kami, Siwon-ssi?”tanya Lee Seunggi
“Ng, Mungkin selama ini kalian berpikir, apakah aku sudah mempunyai pacar, siapakah dia, seperti apa bentuknya, dan sebagainya...Kali ini aku akan memberitahu kalian tentang orang yang mengisi hatiku...”, jawab Siwon
“Jadi kau sudah punya kekasih, Siwon-ssi?”tanya Kang Hodong kaget
“Ne~”, jawab Siwon
“Wah~ Seperti apakah orangnya?Bagaimana kalian bertemu?”tanya Lee Seunggi
“Aku bertemu dengannya karena aku dekat dengan ayahnya dan ia mengenalkanku pada anaknya. Lalu untuk bentuk fisiknya. Sangat jauh dari tipe idealku. Aku menyukai wanita yang memiliki rambut panjang dan ikal. Pacarku ini rambutnya hanya sebahu dan ikal. Lalu aku suka dengan wanita yang anggun dan elegan, pacarku ini sangat jauh dari kata anggun dan elegan.”, ucap Siwon diiringi tawa seluruh isi studio
“Lalu, dia tidak tinggi. Tingginya hanya 150cm. Mukanya sangat imut, orang-orang akan mengira dia adalah keponakanku yang masih SD kalau aku berjalan dengannya. Jadi aku tidak perlu menutupinya kalau sedang berjalan dengannya.”, lanjut Siwon diiringi oleh tawa seluruh isi studio
“Sudah berapa lama kalian menjalin hubungan ?”tanya Lee Seunggi
Aku baru berpacaran dengannya selama 3 bulan, tapi kami sudah dekat selama 6 bulan sebelum akhirnya pacaran dan kuakui, aku sudah menyukainya sejak awal ia dikenalkan padaku.”,jawab Siwon
“Wah~ Kau sangat menyukainya yaa Siwon-ssi...”, ucap Kang Hodong
Ne, Neomu neomu joahe...Mungkin ia berpikir kalau aku tidak menyayanginya, karena memang aku adalah orang yang sangat grogi jika ada dihadapan orang yang aku sukai jadi mungkin dia berpikir kalau aku tidak menyukainya. Dan aku meminta maaf karena hal itu...”, jawab Siwon
“Wah...Siwon-ssi...Ucapkan seberapa besar kau menyukai pacarmu itu lewat Strong Heart ini...”ucap Kang Hodong
“Ng...Haha. Hai, ini aku. Haha. Aish~ Aku malu...Ng, mungkin selama ini kaupikir aku sangat cuek, bahkan mungkin dipikiranmu aku tidak menyukaimu. Aku memang mungkin cuek dihadapanmu, aku juga mungkin sering membuatmu kecewa sampai menangis. Jujur, aku bingung bagaimana harus bersikap didepanmu. Bukan karena aku tidak menyukaimu. Tapi karena aku sangat sangat menyukaimu. Aku belum pernah merasa seperti ini sebelumnya. Haha. Ya, aku ingin kau tahu kalau aku benar-benar menyayangimu. Aku berjanji akan berusaha berubah. Dan, aku ingin selalu bersamamu selamanya. Haha. Saranghaeyo . Neomu saranghe...”, ucap Siwon
“Waaah~ Siwon-ah...Itu sangat menyentuh...”, ucap Hodong bertepuk tangan diiringi yang lain
“Ya, aku yakin pesan itu akan sampai dihati pacamu, Siwon-ssi...”ucap Seunggi
“Haha. Ya betul sekali. Beruntung sekali kau dicintai gadis itu, Siwon-ssi...”, kata Hodong
“Ne~ Majayo. Aku sangat beruntung bertemu dengannya...”, ucap Siwon
“Haha baiklah...Langsung saja...Pemenang Kang Shimjang hari ini.....Nugunikka?” ucap Seunggi dan Hodong bersamaan, “Choi Siwoooooon!”
***
Hyemi’s POV :
Aku masih shock dengan video tadi. Tidak menyangka bahwa dia menceritakan semuanya, disaat ia pergi karena cemburu dengan IU. Kutatap Siwon-Oppa yang menatapku penuh tanda tanya, menuntut komen dari video yang ditunjukkan padaku.
“Aku tidak tahu harus berkata apa...”, ucapku
“Tidak usah. Mianhae, Hyemi-ah...Aku akan berusaha menjadi namja chingu yang baik...”, ucapnya memelukku
“Aku yang seharusnya minta maaf. Aku tidak pernah percaya padamu. Aku tidak pernah tahu kalau kau pernah memelukku, menciumku, menggandengku, bahkan mengucapkan I love you...”, jawabku membalas pelukanku
“Itu salahku, aku yang tidak pernah berani melakukannya padamu ketika kau sadar. Haha “, ucapnya tertawa, mengelus rambutku
“Haha...Pabo...”, ucapku tersenyum
“Apa kau mau aku menunjukkannya dihadapanmu yang sadar?”tanyanya melepaskan pelukannya
“Apa maksudmu?”tanyaku, menatapnya dengan penuh tanda tanya, dan.........cup.Dia mencium bibirku
“YA!”, ucapku melepaskan ciumannya
“Wae? Kau tidak suka?”, tanyanya
“Bukan begitu hanya saja.............”, ucapku dipotong lagi oleh kecupannya yang kedua, kali ini aku membalasnya
“Saranghae, Hyemi-ah...”, ucapnya ketika melepaskan ciumannya sambil memelukku
“Na do~”, jawabku membalas pelukannya
THE END
0 comments
When I first saw you a miracle
are you an ELF? Follow us! :D
A little bit closer, love
super junior official website
superjunior-m official website
super junior happy official website
super junior trot official website
allkpop
choi mihae's personal blog
choi eunai's personal blog
November 2011
Desember 2011
designer DancingSheep
edited by : @aisukeai
I don’t need anyone else, it’s only you
Listen!
It's You- Super Junior by xmoosikx
I don’t need anyone else, it’s only you
sorry if we late to update this index. we'll update soon.
