How about you? ;)
don't worry! click the S button
Explanation about navigation button:
this is the page where you can read our latest fanfiction update.
an introduction about US, super FUN Super Junior's Administrator.
in this page you can find another links for Super Junior.
this page is special place dedicated to ELFs especially our readers and followers.
want to listen Super Junior's song? we'll change the song frequently.
a page of which function is help you to find your favorite fanfiction
Follow us!
There’s no one like you, even if I look around it’s just like that
choi mihae (MH)
fugu-복어
.elf-fishy.
.super junior's donghae everlasting wife.
.eunhaeshipper.
.i love green.
check her personal blog
follow her twitter
friends with her me2day
choi eunai (EA)
ai
.elf-jewels.
.super junior's lovely dongsaeng.
.eunhaeshipper.flames.
.i love chocolate.
check her personal blog
follow her twitter
friends with her me2day
follow our twitter
Open your heart whenever and see that I’m always in front of you
Story by : Tammy
Cast :
· Choi Mihae
· Lee Donghae
Because it was more painful than a fate shattered like glass
-Storm (Super Junior KRY + Donghae-Sungmin)
Mihae’s POV :
Hari ini hujan turun, mengingatkanku padamu yang genap seminggu ini pergi dari kehidupanku. Aku tahu ini bukan keinginanmu, dan juga tentu bukan keinginanku. Tapi, waktu dan keadaanlah yang memaksa kita untuk berpisah.
Miris, itu yang aku rasakan ketika melihatmu muncul di layar televisiku. Melihatmu tersenyum seakan-akan hidup ini terasa begitu gampang tanpaku yang sudah mengisi harimu selama 1 tahun lebih ini. Aku memang sengaja menjauhi media komunikasi. Mungkin itu yang terbaik. Supaya aku cepat melupakanmu, dan aku juga bisa menenangkan diri. Mengurung diri di apartemenku tanpa keluar sesentipun dari pintu luar.
Apa tindakanku benar ? Apa itu menyusahkanmu ? Rasanya tidak. Rasanya kau sudah bahagia dengan kehidupanmu sekarang. Tanpa ada yang melarang kau melakukan ini itu. Mengingatkanmu untuk ini itu. Pasti enak ya rasanya menjadi seorang yang bebas? Haha.
Aku berjalan menuju lemari, berusaha mengambil segala sesuatu yang pernah kau beri, aku ingin membungkusnya dan membuangnya jauh dari kehidupanku. Mungkin akan baik kalau aku membakarnya. Menghanguskannya, membiarkan hujan menghapusnya. Atau apalah, yang penting benda-benda itu jauh dari kehidupanku.
Kuambil kotak berukuran 50x60 cm bersampul bergambar ikan kecil kecil warna-warni. Kutarik dari dalam lemari dan kubawa kedepan kasurku. Kubuka tutupnya, kulihat isinya. Serentak hatiku sakit. Menolak membuang isi dari kotak itu. Menginginkan untuk menambahnya, bukan membuangnya.
Ini semua terjadi di Rabu malam. Hujan turun dengan derasnya, saat itu kami berjanji untuk makan malam disebuah restaurant didekat Han Gang River. Aku dan dia bertengkar karena alasan yang mungkin bisa dibilang non sense. Tak perlu kusebutkan apa alasannya. Yang jelas, dengan tegas kukatakan aku ingin berpisah dengannya dan dengan cepat ia mengiyakan. Hal itu mungkin karena kami sama-sama sedang emosi, dan dia langsung meninggalkanku di restaurant itu tanpa kata-kata apapun.
Namanya Lee Donghae, dia adalah anggota Super Junior, sebuah boyband yang sedang naik daun. Aku bertemu dengannya dulu saat Super Junior tampil disebuah acara televisi yang diadakan di perusahaanku. Dan ya, kami berkenalan, bertukar nomor ponsel, dan akhirnya 2 bulan kemudian memutuskan untuk berpacaran.
Didalam kotak itu aku mengamati, mengacak-acak, mencoba mengingat setiap memori yang ada didalamnya. Hingga akhirnya mataku tertuju pada sebuah foto. Foto terbodoh yang pernah kami abadikan. Foto dimana badan kami kotor karena lumpur. Waktu itu.....
***
Waktu itu adalah 3 bulan semenjak kami memutuskan untuk berpacaran, hari itu Donghae-Oppa sedang tidak ada jadwal sehingga kami memutuskan untuk pergi kesebuah tempat. Tempat yang hanya kami ketahui. Terletak lumayan jauh dari Seoul, butuh sekitar 45 menit untuk mencapainya. Tempat itu hanya berupa tanah yang banyak memiliki pohon-pohon. Kami memutuskan untuk piknik disana.
“Donghae-Oppa...Ambilkan pisau dong, aku sedang sibuk membakar daging nih...Pisaunya tertinggal dimobil, di dekat backpackku...”, ucapku meminta tolong
“Arasseo~ Jankaman...”, ucapnya sambil berlalu
Akupun meneruskan memanggang daging. Daging yang kupanggan itu sudah jadi semua, hanya saja Donghae-Oppa belum juga kembali. Karena takut terjadi apa-apa, aku memutuskan untuk mengeceknya. Berjalan menuju mobil. Namun, belum sampai mobil, kaget aku dibuat oleh Donghae-Oppa, ia berlumuran lumpur didalam sebuah parit yang penuh dengan lumpur.
“Ya~ Waeyo, Donghae-Oppa ? Hahahahahhaha”, tanyaku sambil tertawa
“Ya! Stop laughing! Aku terjatuh karena mengambil pisaumu ini tauk!”, jawabnya
“Huahahahahahahhahaha! Pabo! Jinjja pabo! Hahahahhahahahaha”, kataku tidak bisa menahan tawa
“Ya!”, ucapnya beranjak dari parit itu memelukku
“Kyaaaaa! Oppa!!!!! Kotor tauuuuuuuuuuuk!!”, kataku berteriak, berusaha melepaskan pelukanku darinya
“Tidak ada alasan! Hahahahahahahha”, ucapnya menggendongku menuju parit dan melemparkanku kedalam parit itu
“Aish~ Jinjja! Awas kau!”, ucapku beranjak mengejarnya
Dan ya, itulah kami akhirnya. Makan dengan badan penuh dengan lumpur. Memegang daging dengan jari yang tidak berlumpur. Kedinginan karena kebasahan. Tidak membawa baju ganti karena memang tidak ada rencana untuk basah-basahan. Dan, tentu saja, mengotori mobil karena bercak-bercak lumpur ini.
Satu yang aku ingat disana. Ciuman pertama kami sebagai pasangan. Maksudku, tentu saja dia dan aku pernah berciuman dengan mantan kami masing-masing, tapi setelah berpacaran, baru hari itu kami berciuman.
Saat itu aku mengejarnya, ingin membalas dendam karena telah melemparkanku kedalam parit. Tapi, kau tahu, larinya sangat cepat dan tentu saja aku tidak bisa mengejarnya. Akhirnya aku menyerah duduk di antara pohon-pohon, mengatur nafas. Tiba-tiba ia memelukku dari belakang.
“Capek ?”, tanyanya memelukku
“Neomu! Kau keterlaluan, sudah tahu kau larinya cepat, dikurangi sedikit kek kecepatan berlarimu...”, jawabku protes
“Haha. Itu sudah kecepatan paling lambat, tahu...”, katanya duduk disebelahku memeluk pinggangku
“Aish~ Apa kau mau bilang kalau aku yang lambat?”, tanyaku skeptis
“Aku tidak bilang begitu. Hahaha...”, jawabnya tertawa
“Tapi dari wajahmu bilang seperti itu...”, kataku
“Haha...Lihat wajahmu...Entah bagaimana aku menggambarkannya...”, ucapnya memencet hidungku
“YA! Memang wajahmu terlihat tampan saat ini ha?”, ucapku mengelus hidungku yang kesakitan akibat dipencet olehnya
“Haha, tapi aku menyukainya. Aku menyukai dirimu disaat sedang jelek maupun sedang cantik...”, ucapnya menatapku penuh dengan kelembutan
Aku menoleh, aku selalu tidak kuat apabila ditatap oleh dirinya. Selalu kalah. Hal itu dikarenakan tatapannya sangatlah dalam dan kembut, tatapan yang bisa membuatku terbang jika aku tidak mengingat bahwa aku ini manusia biasa.
Ia meraih daguku, memaksaku untuk menatapnya, memaksaku untuk melihat bahwa aku memang selalu cantik dihadapannya. Ia tersenyum penuh arti, menatap bibirku. Entah apa yang sedang ia pikirkan, iapun mendaratkan ciumannya sekilas, membiarkan aku membalasnya dan melepaskannya.
“Kau tahu ? Kau selalu terlihat cantik dihadapanku, karena aku mencintaimu...”, ucapnya sambil memelukku
Dan, ya, aku adalah gadis yang sangat beruntung mendapatkannya.
***
Aku meletakkan foto itu. Mengacak-acak isi kotak itu, mencari apalagi yang bisa kuingat dari isi kotak itu. Disana kutemukan sebuah MP3 kecil berbentuk kepala teddy bear. Kulihat baterainya masih ada. Bisa untuk kuperdengarkan. MP3 yang dulu selalu kudengarkan setiap malam, agar selalu ingat padanya.
MP3 itu memang tidak spesial, tapi Donghae-Oppalah yang membuatnya spesial. MP3 itu merupakan hadiah perayaan hari jadi kami yang ke-2 dimana aku membuatkannya sebuah boneka yang kujahit dengan tanganku sendiri. Hari dimana ia tidak bisa merayakannya denganku karena ia harus pergi ke Cina untuk menghadiri sebuah acara disana selama 1 minggu. Hadiah yang rupanya sudah dititipkan ke Leeteuk-Oppa sejak sebelum ia berangkat.
Aku memasang headset dari MP3 itu. Kudengarkan disana, sebuah ucapan darinya. Ucapan yang ditujukan hanya untukku.
***
“To my beloved yeoja chingu, Choi Mihae...
Hari ini genap 60 hari aku melewatkan hariku bersamamu sebagai seorang pacar dan 120 hari dimana aku melewatkan hariku dengan menyukaimu. Mianhae, aku sangat ingin-ingin-ingin melewati hari ini bersamamu. Tapi, aku tidak bisa apa-apa ketika jadwal sudah ditetapkan oleh manager. Huhu. Ng, Mihae-ah...Aku merekam lagu ini khusus untukmu. Mengaransemen ulang dan yaa maafkan aku, aku tahu suaraku tidak sebagus Yesung-Hyung maupun Ryeowookie dan Kyuhyunnie, tapi percayalah kalau aku menyanyikan ini benar-benar tulus dari hati. Maaf aku hanya bisa memberimu ini, mungkin tidak sebanding dengan hadiahmu ketika kita merayakan peringatan hari jadi kita yang pertama, tapi...Aku mau ketika kau mendengar ini, kau mengingatku selalu. Ng, langsung saja ya...”
Sebuah alunan lagu mulai terdengar dari headset itu.. Entah lagu apa, tapi rasa-rasanya aku pernah mendengarnya...dan ya ternyata benar, ia mengaransemen lagu kesukaanku, I lay My Love On You milik Westlife, ia mengaransemennya menjadi sangat manis, ditambah oleh suaranya yang sangat lembut.
“As i lay my love on you~...
Mihae-ah, bagaimana mennurutmu ? Haha. Aku yakin akan lebih bagus lagi kalau aku meminta tolong Yesung-Hyung atau Ryeowookie atau Kyuhyunnie menyanyikannya, tapi, sekedar info saja, aku mengaransemen lagu ini semalaman, padahal kau tahu, pukul 8 pagi aku harus pergi ke Cina. Dan saat ini sudah menunjukkan pukul 3 pagi, dan ya, mungkin akan lebih baik aku tidur didalam pesawat saja. Haha. Aku hanya ingin berpesan padamu, jaga diri baik-baik selama aku disana,jangan nakal, matamu boleh melirik lelaki lain, tapi aku sama sekali tidak mengizinkan hatimu untuk melirik lelaki lain. Sama sekali tidak mengizinkan.Dan aku juga janji padamu, hatiku tidak akan melirik wanita lain. Cukup kamu. Haha.Aku berjanji padamu, aku akan langsung menghubungimu begitu aku sampai disana, Aku akan segera mengaktifkan nomor Cinaku dan langsung menghubungimu. Tunggu ya...Ng, Mihae-ah, aku ingin mengucapkan terima kasih padamu, terima kasih karena sudah menjadi yeoja chingu yang sangat baik, terimakasih atas perhatianmu yang tidak berkekurangan, terimakasih atas senyummu, ucapan selamat pagimu, semangatmu, airmatamu, rasa sayangmu. Terima kasih atas semua. Aku juga mau meminta maaf padamu, maaf karena aku pernah membuatmu menangis, membuatmu kesal, khawatis, panik, capek, kesal, marah, benci, dan maaf atas semua kekuranganku. Aku akan berusaha menjadi seorang namja chingu yang sangat baik. Choi Mihae, nan neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu saraghae~ haha..Annyeong!
***
Sekilas aku meneteskan airmata, mengingat bahwa dulu ia begitu mencintaiku dan mengingat bahwa saat ini dia sudah bisa tanpaku. Pedih memang rasanya. Sangat pedih. Entah mengapa, rasanya sangat beda ketika aku putus dari mantanku yang sebelumnya. Kali ini lebih sakit dan lebih dalam. Mungkin dikarenakan aku sangat mengenalnya.
Aku mengacak-acak lagi isi kotak tersebut dengan beruraikan air mata. Mencari apakah masih ada barang yang bisa mengingatkanku padanya. Hingga akhirnya kutemukan sebuah kalung, kalung berliontinkan kunci dengan berlian disisi kunci itu. Aku mengingat kejadian dimana ia memberikan kalung itu....
***
Waktu itu aku dan dia memutuskan untuk berlibur ke Pulau Jeju setelah kami menjalani hubungan kami selama 8 bulan. Kami berjalan-jalan dan menikmati keindahan alam disana selama 2 hari 1 malam, tidak bisa lebih karena ia harus melanjutkan jadwalnya lagi.
Saat itu malam hari, dimana ia mengunjungi penthouseku , mengajakku duduk di dekat perapian. Kami mengobrol sambil tertawa-tawa hingga akhirnya...
“Mihae-ah~ Apakah kau pernah berdansa ?”, tanyanya
“Pernah...”, jawabku santai
“Dengan siapa ?”, tanyanya
“Appa. Haha. Waeyo ?”, ucapku santai
“Ani~ Sini... Ikut aku...”, ucapnya mengajakku beranjak dari tempat duduk menuju tempat lapang didepan perapian
“Kenapa sih?”, ucapku mengikutinya
Dia memeluk pinggangku, meraih tanganku dan membiarkannya bergelayut dipundaknya yang kokoh. Dia mengeluarkan handphonenya dan memutarkan lagu OST Secret Garden, Here I am, yang dinyanyikan oleh 4Men dan Mi.Setelah itu ia mengayunkan badanku dan badannya mengikuti irama lagu.
Aku memang pernah berdansa sekali bersama Appaku ketika acara pernikahan sepupuku, dan aku juga suka sekali dengan dance sehingga aku dengan mudah mengikuti iramanya.
“Wow...Ternyata kau bisa berdansa juga...”, ucap Donghae-Oppa meletakkan kepalanya dipundakku, mencium leherku
“Jelas...haha...”, ucapku sambil menyenderkan kepalaku kepundaknya.
“Mihae-ah...”, ucapnya
“Ne?”, jawabku
Sekilas aku merasakan ia meronggoh saku celananya, mengeluarkan sesuatu dari dalamnya dan memasangkannya pada leherku.
“Igae mwoya, Oppa?”, tanyaku
“Jaga kalung ini baik-baik...Aku pilih kunci karena, memang kaulah pemegang kunci hatiku..”, jawabnya
Dan itulah yang terjadi malam itu. Kami berdansa hingga akhirnya jam didinding menunjukkan pukul 2 pagi, saatnya ia kembali kekamarnya, iapun memelukku sekilas, mengecup bibirku, dan pergi menuju kamarnya.
***
Aku menangis. Kali ini lebih deras daripada sebelumnya. Mengacak-acak lagi isi dari kotak itu, hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengambil boneka beruang berwarna cokelat tua dari dalam situ. Memeluknya dan menangis. Mengingat kenangan yang terjadi pada boneka ini.
Wanginya, masih wangi Donghae-Oppa. Ya. Aku memang memintanya menyemprotkan parfumnya ke boneka ini. Dan wangi itu masih belum hilang sampai sekarang. Membekas seakan-akan tidak rela meninggalkan pemiliknya.
Hari itu ia mengajakku berjalan-jalan di mall, disana aku menemukan sebuah boneka beruang yang sangat besar. Aku ingin membelinya tapi aku sedang tidak membawa uang yang banyak dan kartu kreditku tidak bisa digunakan, ia juga sedang tidak membawa uang yang banyak dan kartu kreditnya sedang rusak sehingga tidak bisa digunakan. Ketika aku sedang berada di foodcourt, dia meminta izin padaku untuk pergi ke toilet, namun siapa sangka ternyata ia kembali dengan membawa sebuah boneka beruang kecil ini, dan berkata bahwa suatu saat ia akan membelikan yang besar untukku. Aku menolaknya, tapi ia berkata bahwa ia akan membelikannya untukku dan aku wajib menerimanya.
Aku menangis. Mendapati kenyataan bahwa ternyata memang aku belum bisa ditinggalkan olehnya. Belum bisa mengikutinya pergi dari kehidupan kami. Belum bisa melepasnya. Menghirup wangi parfum yang ditinggalkan diboneka tersebut. Mengingat setiap suara yang ia keluarkan, betapa hangatnya tubuhnya ketika memelukku. Suara tawanya, semuanya. Semua tentangnya. Ternyata aku memang belum bisa. Sangat belum bisa. Masih sangat berharap bahwa segalanya bisa kembali seperti biasa. Apa aku yang terlalu gengsi untuk memintanya kembali ?
Dengan berani akhirnya aku memutuskan untuk menghubunginya. Aku berjalan menuju lemari, membuka laci yang menyimpan handphoneku didalamnya, membuka kunci handphone, kudapati disana terdapat 73 panggilan tidak terjawab. 60 dari Donghae-Oppa, dan 13 dari nomor teman-temanku. Selain itu kudapati 50 pesan yang kuterima 43 dari Donghae-Oppa dan 7 dari orang lain yaitu Sungmin-Oppa, Aeri, Wheena-Eonni, dan Hyemi yang rupanya menghawatirkanku. Mereka adalah Siwon-Oppa, Minho, Onew, Taemin, Eunhyuk-Oppa, Leeteuk-Oppa, dan Wheena-Eonni. Kubuka secara random pesan mereka. Rata-rata menanyakan dimana aku, bagaimana keadaanku hingga akhirnya aku berhenti pada sebuah pesan dari Donghae-Oppa
From : Mine!♥♥
Mihae-ah, jangan siksa aku seperti ini
Aku mohon. Kembalilah...I need you ㅠㅠ
Ya. Ternyata dugaanku selama ini salah. Sangat salah. Ternyata dia belum melupakanku, tapi dia juga mau aku kembali padanya. Ternyata selama ini dia masih memikirkanku. Ternyata ia masih sangat mencintaiku.
Dengan sigap akupun mengambil coat yang tergantung dipintu kamarku dan bersiap pergi. Mencarinya, mengatakan padanya kalau aku juga tidak bisa seperti ini terus-terusan. Ya, aku akan pergi. Memperjuangkan cintaku!
***
Donghae’s POV :
Ini sudah kesekian kalinya aku mengirimkan pesan untuknya. Telepon dariku tidak pernah ia angkat. Ya, Tuhan, kemana dia ? Apa yang terjadi padanya ? Sungguh aku sangat cemas.
Namanya Choi Mihae. Umurnya 23 tahun. Ia adalah wanita yang sangat manis dimataku. Matanya bersinar setiap tertawa, belum lagi dimples yang ia punyai menambahkan keindahan ketika ia tertawa. Rambutnya panjang berwarna hitam legam sepinggang. Suaranya nyaring tapi enak didengar dan ya, aku mencintainya.
Malam itu aku bertengkar dengannya. Hanya masalah simple, aku lupa bahwa aku punya janji dengannya untuk makan malam, sehingga aku datang sangat terlambat. Ia marah, dan saat itu aku sedang capek karena latihan yang terus-terusan. Ketika ia mengatakan ia ingin berpisah, dengan cepat aku iyakan. Padahal setelah itu, aku sangat menyesalinya.
Aku belum pernah menemukan gadis sepertinya. Gadis yang mungkin untuk sebagian orang biasa saja, tapi menurutku ia sangat luar biasa. Perhatiannya, semangatnya, segalanya, dengan mendengar suaranya saja aku sudah bisa kembali bersemangat. Ya, dia adalah alasanku untuk bangun disetiap paginya.
Aku sering menangisi kepergiannya. Ya. Untuk ukuran seorang lelaki, aku bisa digolongkan sebagai laki-laki yang memiliki air mata berlebih. Dan jujur, sakit setiap aku mengingat bahwa ia sudah tidak ada lagi disisiku.
Hari ini adalah puncaknya. Puncak dari segalanya. Mungkin dia memang tidak mau membalas SMSku, tidak mau mengangkat teleponku, tapi ia tidak mungkin menolak kedatanganku. Ya, aku harus memperjuangkan cintaku !
***
Mihae’s POV :
Dengan sigap akupun mengambil coat yang tergantung dipintu kamarku dan bersiap pergi. Mencarinya, mengatakan padanya kalau aku juga tidak bisa seperti ini terus-terusan. Ya, aku akan pergi. Memperjuangkan cintaku!
Akupun bergegas mengambil sepatuku. Memasangnya dengan asal-asalan dikakiku, dan bergegas menuju pintu. Kubuka pintuku dan betapa kagetnya diriku melihat sebuah boneka teddy bear yang sangat besar yang aku idam-idamkan, menungguku didepan pintu. Kulihat orang yang berada dibelakang teddy bear itu. Dia adalah Donghae-Oppa.
“Mianhae~ Jeongmal mianhae~”, ucapnya menitikkan air mata
“Oppa~”, ucapku juga menitikkan air mata
“Jangan siksa aku Mihae-ah, aku mohon. Aku tak bisa menjalani hariku tanpa dirimu. Aku mohon, kembalilah...”, ucapnya serius menghapus airmatanya
Aku tidak bisa berkata apa-apa. Hanya menatapnya, dan memeluknya. Mengeluarkan segalanya dipelukkannya, kerinduan yang sudah aku tahan selama seminggu ini. Memeluknya seakan tidak akan pernah melepaskannya lagi. Memeluk seorang Lee Donghae.
“Mihae-ah...Jebal...”, ucap Donghae-Oppa
“Na do~ Aku juga tidak bisa tanpa dirimu...”, ucapku terisak dalam pelukkannya
“Kau mau kembali bersamaku ?”, tanyanya
“Ne~”, jawabku dengan mantap
“Gomawo, Mihae-ah...Berjanjilah padaku untuk tidak akan pernah mengucapkan kata-kata maksiat itu lagi...”, katanya mengecup pucuk kepalaku
“I promise...Oppa, berjanjilah untuk tidak mengiyakan ketika aku mengucapkan kata-kata maksiat itu lagi...”, kataku sambil tersenyum
“Haha... Arasseo~ Aku berjanji...Saranghe, Mihae-ah...Neoooooooooooooooooomuuuu saranghae”, ucap Donghae-Oppa memperat pelukannya
“Na do~ yeongwonhi”, balasku sambil tersenyum
Call my name! By your side I will stay I love you!
Let’s be together, you and me forever
-Hate U Love U ( Super Junior)
THE END
0 comments
0 Comments:
When I first saw you a miracle
are you an ELF? Follow us! :D
A little bit closer, love
super junior official website
superjunior-m official website
super junior happy official website
super junior trot official website
allkpop
choi mihae's personal blog
choi eunai's personal blog
November 2011
Desember 2011
designer DancingSheep
edited by : @aisukeai
I don’t need anyone else, it’s only you
Listen!
It's You- Super Junior by xmoosikx
I don’t need anyone else, it’s only you
sorry if we late to update this index. we'll update soon.

Posting Komentar